FOKUS: Ada Apa dengan Qatar? 43 Ribu WNI Diimbau Jangan Panik!

Internasional

News / Internasional

FOKUS: Ada Apa dengan Qatar? 43 Ribu WNI Diimbau Jangan Panik!

FOKUS: Ada Apa dengan Qatar? 43 Ribu WNI Diimbau Jangan Panik!

KEPONEWS.COM - FOKUS: Ada Apa dengan Qatar? 43 Ribu WNI Diimbau Jangan Panik! ADA apa dengan Qatar? Salah satu negara ??rumpun? Timur Tengah itu tengah terdera krisis diplomatik, pasca-sejumlah tetangganya memutuskan hubungan diplomatik.(Baca: Diduga Dukung Teroris, Empat Negar...
Loading...

ADA apa dengan Qatar? Salah satu negara ??rumpun? Timur Tengah itu tengah terdera krisis diplomatik, pasca-sejumlah tetangganya memutuskan hubungan diplomatik.

(Baca: Diduga Dukung Teroris, Empat Negara Timteng Putuskan Hubungan dengan Qatar)

BERITA REKOMENDASI

Belum lama ini, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir dan terbaru Yaman, Libya hingga Maladewa, memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri pimpinan seorang emir, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani tersebut. Apa benar Qatar jadi pendukung terorisme?

Karena setidaknya itu inti yang dituduhkan pada Doha. Tuduhan bahwa meski Qatar tergabung dalam operasi pemberantasan ISIS di Suriah sebagai sekutu Amerika Serikat (AS), Qatar justru ikut dituduh ??bermain? mendukung ISIS hingga Al Qaeda secara finansial.

Tidak hanya terorisme. Qatar juga dituding mendukung penuh sejumlah organisasi radikal dan ekstrem macam Ikhwanul Muslimin, hingga Houthi yang disokong Iran dalam pergolakan Yaman.

Itu yang jadi latar belakang khusus Mesir, Libya, serta Yaman memutuskan hubungan diplomatiknya dengan negara yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 itu. Kalau Bahrain, karena Qatar dianggap terlalu mencampuri urusan dalam negeri Bahrain.

Nah kalau Saudi, negara Timur Tengah yang Sunni, menuduh Qatar menyatakan sikapnya menyokong militan Syiah di Bahrain dan di Qatif yang terletak di timur Saudi. Alhasil, negara-negara tetangga mulai menutup perbatasannya.

Bahrain, UEA dan Saudi memberikan waktu dua minggu bagi warga-warga Qatar yang berada di tiga negara teluk itu untuk keluar. UEA memberi waktu dua hari buat sejumlah perangkat diplomatik Qatar angkat kaki.

Sejumlah penerbangan dari maskapai-maskapai UEA menutup rute penerbangan ke Doha, Qatar mulai Selasa, 6 Juni 2017 waktu setempat, sekaligus menutup ruang udara mereka untuk maskapai-maskapai asal Qatar. Krisis diplomatik ini dinilai jadi yang terburuk di Teluk Persia sejak Perang Amerika Serikat (AS) vs Irak pada 1991.

Adapun Kuwait dan Turki, berusaha netral dan masing-masing mengklaim akan mencari solusinya. Pemimpin Kuwait telah meminta Sheikh al-Thani, Emir-nya Qatar, untuk menahan diri tidak memberikan pidato-pidato yang provokatif.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dilaporkan sudah menghubungi Emir Qatar via telefon, juga untuk membicarakan solusi. Hitung-hitung ??balas budi?, mengingat 150 tentara elite Qatar sempat diterjunkan guna bantu pengamanan Erdogan ketika meletus kudeta (yang gagal) 15 Juli 2016 lalu.

(Baca juga: Terungkap! Peran Pasukan Khusus Qatar dalam Kudeta Turki yang Gagal)

Bagaimana dengan negara kita, Indonesia? Memang Indonesia bukan bagian dari Timur Tengah. Tapi setidaknya Indonesia tetap jadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di mana Qatar juga jadi bagian di dalamnya.

??Indonesia menekankan kembali semua negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain,? tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arrmanatha Nasir, Selasa 6 Juni.

Nasib warga negara Indonesia (WNI) di sana bagaimana? Karena setidaknya ada kurang lebih 43 ribu WNI yang tercatat KBRI Doha, tengah berada di Qatar yang tersebar di antaranya di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah sekitarnya.

Terkait hal ini, diketahui sedianya KBRI sudah sempat menggelar pertemuan dengan WNI di Al Khor, Senin 5 Juni lalu. Para WNI diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, karena hal serupa juga pernah terjadi tiga tahun lampau.

??Kondisi politik ini sudah terjadi pada 2014 lalu sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," terang Dubes RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi, sebagaimana rilis pers KBRI Qatar, Selasa 6 Juni.

Meski begitu, KBRI juga tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seandainya situasi keamanan di Qatar jadi lebih buruk dari situasi 2014 lalu. Selain itu WNI juga diharapkan untuk tetap waspada dan melek informasi perihal situasi-situasi terbaru.

FOKUS: Ada Apa dengan Qatar? 43 Ribu WNI Diimbau Jangan Panik!

Comments