Fenomena Salju Bromo Kian Indah, Sayang Tak Bisa Dinikmati Pelancong

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Fenomena Salju Bromo Kian Indah, Sayang Tak Bisa Dinikmati Pelancong

Fenomena Salju Bromo Kian Indah, Sayang Tak Bisa Dinikmati Pelancong

KEPONEWS.COM - Fenomena Salju Bromo Kian Indah, Sayang Tak Bisa Dinikmati Pelancong FENOMENA frost atau embun upas menyerupai salju kembali muncul di daerah Gunung Bromo. Suhu dingin di daerah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan hingga mencapai di bawah 0 derajat celsi...

FENOMENA frost atau embun upas menyerupai salju kembali muncul di daerah Gunung Bromo. Suhu dingin di daerah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan hingga mencapai di bawah 0 derajat celsius.

Beberapa daerah di TNBTBS tampak diselimuti embun upas yang melapisi tanaman - tanaman yang ada di daerah Gunung Bromo-Tengger-Semeru.

Kasubbag Bagian Data, Evaluasi Pelaporan, dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat membenarkan, kemunculan fenomena salju ini di beberapa daerah di Bromo Tengger Semeru. Disebutnya, fenomena ini memang, rajin muncul setiap tahunnya saat puncak musim kemarau.

"Itu rajin tiap muncul antara Juli-Agustus di puncak musim kemarau. Jadi umpamanya puncak musim kemarau itu kan, frost itu kan selalu muncul," kata Sarif saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

Saat kemunculan frost biasanya disertai suhu udara dingin di bawah 0 derajat celsius. Suhu udara ini terbilang cukup ekstrem di daerah Bromo-Tengger-Semeru, mengingat suhu normal tak sampai menyentuh angka itu.

Pendaki Harap Bersabar, Wisata Bromo-Tengger-Semeru Perpanjang Lockdown

Embun Upas di Bromo

(Foto: TNBTS)

"Kalau hariannya sih sekitar 10-12 (derajat celsius), 10-14 (derajat celsius). Dari berita teman-teman di Ranupani, frost ini (suhu udaranya) bisa capai 0, bisa sampai 4 (derajat celsius). Mungkin di bawah nol, bisa minus," ungkap dia.

Sarif menambahkan, biasanya fenomena es atau frost ini muncul di daerah padang rumput di daerah Ranupani, Lumajang. Selain di padang rumput, terlihat fenomena ini tampak di lautan pasir daerah Bromo Tengger Semeru.

"Saya kemarin konfirmasi teman-teman di lapangan itu di Ranupani, cuma bulan kemarin, atau awal bulan, di laut pasir juga ada, informasinya," bebernya.

Namun dikatakan Sarif, kemunculan upas es atau embun pada fenomena frost ini tidak terjadi setiap hari. Hanya hari-hari tertentu dan waktu tertentu saja munculnya. Apalagi saat matahari mulai meninggi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, fenomena es akan mencair.

Comments