Facebook Tanggapi Wajibkan Medsos Gunakan Nomor Ponsel

Nasional

News / Nasional

Facebook Tanggapi Wajibkan Medsos Gunakan Nomor Ponsel

Facebook Tanggapi Wajibkan Medsos Gunakan Nomor Ponsel

KEPONEWS.COM - Facebook Tanggapi Wajibkan Medsos Gunakan Nomor Ponsel Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaLayanan sosmed yang dimiliki Mark Zuckerberg yaitu Instagram, WhatsApp, dan Facebook. KompasTeknoJAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, Menteri Komunikasi dan...
Loading...
Facebook Tanggapi Wajibkan Medsos Gunakan Nomor Ponsel
Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Layanan sosmed yang dimiliki Mark Zuckerberg yaitu Instagram, WhatsApp, dan Facebook. KompasTekno

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, meminta sejumlah platform sosmed membuat sistem keamanan yang mewajibkan pengguna membuka akun sosmed dengan mendaftarkan nomor ponsel.

Meski tak disebut secara rinci, Facebook yang merupakan sosmed dengan jumlah pengguna terbesar di Indonesia bisa jadi merupakan salah satu medsos yang dimaksud oleh Rudiantara.

Ketika dimintai tanggapan, pihak Facebook Indonesia enggan mengomentari permintaan dari Menkominfo tersebut.

Seorang juru bicara Facebook Indonesia hanya mengatakan bahwa selama ini pihaknya sudah menyediakan opsi bagi pengguna untuk memasukkan nomor telepon, walaupun tidak bersifat wajib.

"Kalau pencantuman nomor ponsel itu memang sudah diterapkan sebagai opsi saat mendaftar akun," ujar sang juru bicara Facebook Indonesia.

Keterangan di laman Facebook menyebutkan bahwa calon pengguna bisa membuat akun baru dengan berbekal berita nama, password, tanggal lahir, gender, berikut alamat e-mail atau nomor ponsel.

Adapun nomor ponsel dalam hal ini digunakan oleh Facebook untuk keperluan sekuriti, adalah verifikasi identitas pemilik akun. Untuk two-factor authentication, tutup sang juru bicara Facebook Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengaku sudah melayangkan surat permintaan ke beberapa sosmed terkait aturan membuka akun sosmed dengan nomor ponsel. Hal ini dilakukan untuk mengurangi peredaran kabar hoaks lewat sosmed.

Rudiantara juga meminta sosmed untuk memakai teknologi AI serta machine learning untuk mendeteksi kabar hoaks dengan cepat.

"Itu bisa mencari dengan cepat. Kita tidak perlu lagi mencari, baru lapor. Harusnya mereka bisa melakukan deteksi dini dengan memakai AI dan machine learning," tutur Rudiantara kala itu.

Penulis: Bill Clinten

Editor: Oik Yusuf

Copyright Kompas.com

Comments