Facebook Blokir Aplikasi Pencuci Otak Buatan Israel

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Facebook Blokir Aplikasi Pencuci Otak Buatan Israel

Facebook Blokir Aplikasi Pencuci Otak Buatan Israel

KEPONEWS.COM - Facebook Blokir Aplikasi Pencuci Otak Buatan Israel Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney) Sebuah software buatan perusahaan Israel yang disebut-sebut bisa mencuci otak dan mengubah perilaku penggunanya diblokir oleh Facebook. Seperti diwartakan...

Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney)

Sebuah software buatan perusahaan Israel yang disebut-sebut bisa mencuci otak dan mengubah perilaku penggunanya diblokir oleh Facebook.

Seperti diwartakan BBC pekan ini, Facebook telah melarang software bernama Spinner itu untuk menunggangi media-media sosialnya termasuk Instagram.

Spinner diklaim bisa memengaruhi alam bawah sadar sasaran. Software bisa dimanfaatkan mencuci otak sasaran, agar mereka - misalnya - berhenti merokok, menurunkan berat badan, mengajak menikah, mau berhubungan seks, dan memasang implan payudara.

Untuk mencapai tujuannya, caranya mudah, sasaran dibombardir dengan puluhan konten online dalam periode tertentu yang disamarkan sebagai konten informasi. Konten-konten itu diunggah di internet, termasuk via sosmed.

"Tampaknya Spinner memakai akun-akun dan laman palsu untuk membombardir pengguna Facebook dengan iklan. Aktivitas ini melanggar syarat dan ketentuan penggunaan Facebook," bunyi surat yang dikirim kantor penasehat hukum Facebook, Perkins Coie, kepada Spinner.

"Facebook menuntut agar Kamu menghentikan aktivitas ini segera," bunyi surat itu lebih lanjut.

Ilustrasi Facebook. (Unsplash/ Joshua Hoehne)Ilustrasi Facebook. (Unsplash/ Joshua Hoehne)

Lebih lanjut Facebook mengatakan telah menghapus akun-akun palsu Spinner dari layanannya.

Tetapi salah satu pendiri dan bos Spinner, Elliot Shefler, melawan. Dia bilang, perusahannya sudah membayar slot iklan Facebook untuk waktu lebih dari setahun. Iklan-iklannya juga sudah dievaluasi oleh Facebook dan diterima.

Spinner sendiri merupakan software berbayar. Dengan kata lain, mereka yang ingin memanfaatkan jasanya akan ditarik biaya antara 50 dolar Amerika Serikat sampai 80 dolar AS.

Software pencuci otak itu bekerja dengan cara mengirim link atau tautan ke ponsel sasaran. Jikalau dibuka, tautan itu akan menyusupkan file kecil yang dikenal sebagai cookie di ponsel sasaran.

Dengan cookie itu, kebiasaan dan kegemaran sasaran dengan mudah diketahui oleh Spinner. Berbekal data-data itu, maka Spinner akan mengirimi sasaran dengan konten-konten yang dinilai relevan.

"Ini secara teknis bukan peretasan. Kami memakai alat-alat biasa. Kami membeli konten-konten media seharga 5 dolar per 1000 impresi dan menjualnya 49 dolar per 180 impresi. Keuntunganna besar," pungkas Shefler.(Liberty Jemadu)

Comments