Era Industri 4.0, Pembangkit Listrik Dipantau secara Online

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Era Industri 4.0, Pembangkit Listrik Dipantau secara Online

Era Industri 4.0, Pembangkit Listrik Dipantau secara Online

KEPONEWS.COM - Era Industri 4.0, Pembangkit Listrik Dipantau secara Online SURABAYA - Semua industri harus siap menghadapi era digital atau biasa disebut revolusi industri 4.0. Kalau tidak mengikuti canggihnya teknologi, maka akan tergilas. Tak ingin kalah di era industri 4....
Loading...

SURABAYA - Semua industri harus siap menghadapi era digital atau biasa disebut revolusi industri 4.0. Kalau tidak mengikuti canggihnya teknologi, maka akan tergilas.

Tak ingin kalah di era industri 4.0, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang merupakan anak usaha PT PLN (Persero) kini mengembangkan sistem Remdo (remote engineering, monitoring, diagnostic, and optimization).

Sistem Remdo ini berfungsi mengintegrasikan seluruh pembangkit listrik secara digital. Sebelumnya masih memakai data manual

Okezone pun berkesempatan melihat cara kerja sistem Remdo ini. Sistem ini tetap dikendalikan dan dipantau oleh manusia.

PJB Bakal Operasikan 2 PLTU 3.000 Mw

Dengan sistem Remdo, PJB bisa langsung mengendalikan setiap proses pembangkitan dan mencatat setiap operasi. Sistem analisis lanjutan ini juga selain meningkatkan kehandalan dan efisiensi, juga akan memperpanjang umur mesin-mesin pembangkit yang dikelola perusahaan.

Direktur Operasi I PJB Sugiyanto mengatakan, sistem Remdo ini masih dalam pilot project di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 1 dan 2 serta PLTU Indramayu sebanyak tiga unit.

"Bulan depan akan go live. Kalau sukses akan kita roll out ke mesin-mesin pembangkit yang lain," ujarnya di Kantor Pusat PJB, Surabaya, Kamis (21/3/2019).

RI Miliki Pembangkit Listrik dari Limbah Sawit Senilai Rp27 Miliar

Sistem Remdo ini menunjukkan seluruh data dalam pembangkit listrik. Dengan adanya data, maka kalau ada masalah di masing-masing pembangkit listrik bisa diatasi dan bisa meningkatkan kehandalan pasokan listrik.

"Ini sistem dikembangkan mulai 2017. Baru kita PJB yang kembangkan sistem ini," katanya.

Para teknisi juga dapat memberikan saran untuk meningkatkan efisiensi mesin-mesin pembangkit. Selain peningkatan efisiensi tersebut, potential loss pun dapat ditekan sehingga memberikan penghematan dalam operasional pembangkit.

"Jadi ini setiap Minggu ada data penghematan. Angkanya bisa jutaan Rupiah. Jadi lumayan," katanya.

(fbn)

Loading...

Comments