Dulu Tidak, Kenapa Sekarang Saya Menjadi Pemarah?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Dulu Tidak, Kenapa Sekarang Saya Menjadi Pemarah?

Dulu Tidak, Kenapa Sekarang Saya Menjadi Pemarah?

KEPONEWS.COM - Dulu Tidak, Kenapa Sekarang Saya Menjadi Pemarah? Menjadi pemarah, tidak terjadi dalam satu hari satu malam. Ini membutuhkan waktu dan proses. Cepat atau lambatnya tergantung pada beberapa hal. Tapi, kenapa saya jadi pemarah? Anggia memaparkan...
Loading...

Menjadi pemarah, tidak terjadi dalam satu hari satu malam. Ini membutuhkan waktu dan proses. Cepat atau lambatnya tergantung pada beberapa hal. Tapi, kenapa saya jadi pemarah? Anggia memaparkan beberapa penyebabnya, sebagai berikut:

Pemarah bukan penyakit turunan. Tidak ada gen pemarah. Tapi, sangat mungkin seseorang yang pemarah itu merupakan anak dari orangtua (dua-duanya atau salah satunya) yang pemarah. Karena perilaku merupakan hasil belajar. Maka, jikalau terbiasa melihat orang tua yang suka marah-marah atau pemarah, anak cenderung mengikutinya.

Seseorang menjadi pemarah karena ketidakmampuannya mengatasi dan menyelesaikan masalah. Tidak bisa, karena cenderung tidak biasa dan tidak dibiasakan. Sehingga masalah sering diabaikan dan tidak diselesaikan. Maka, masalah yang tidak ada menjadi ada, yang kecil menjadi besar. Karena itu, jangankan ada masalah yang besar atau cukup besar, dengan masalah kecil pun, orang pemarah bisa marah-marah.

Jikalau Kamu merasa bukan golongan pemarah tipe pertama maupun kedua, mungkin Kamu merupakan golongan pemarah ketiga. Yaitu mereka yang secara sadar mengetahui perubahan dalam diri, menjadi orang yang emosional, mudah marah (marah-marah), kemudian terjebak dalam sisi "si pemarah".

Ini hal yang membuat Kamu tidak nyaman dan ini jelas situasi yang tidak mengenakkan. Tidak hanya membuat Kamu lebih mudah bersitegang dengan banyak hal dan banyak orang di lingkungan (suami, istri, anak, orangtua, saudara, sahabat, dan lain-lain). Akan tetapi, kenyataan Kamu menjadi pemarah (apalagi dulunya bukan pemarah) tentu memberikan beban tersendiri.

Kamu sadar, bahwa baru-baru ini (beberapa tahun atau beberapa bulan belakangan) mempunyai emosi negatif yang cenderung dipendam, atau terpendam dan tak terselesaikan. Baik disengaja maupun tidak disengaja. Lalu permasalahan dasarnya telanjur membesar, telanjur sulit dicari ujung pangkalnya, telanjur sulit diselesaikan. Sementara masalah baru muncul setiap harinya. Yang kemudian terjadi ialah, Kamu terpaksa jadi pemarah yang begitu mudah marah, kepada hal besar, kecil, bahkan kepada hal yang tidak ada.

Rekomendasi

Dulu Tidak, Kenapa Sekarang Saya Menjadi Pemarah?

Comments