Duel Sengit Kai dan Fani di Final MasterChef Indonesia Season 5

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Duel Sengit Kai dan Fani di Final MasterChef Indonesia Season 5

Duel Sengit Kai dan Fani di Final MasterChef Indonesia Season 5

KEPONEWS.COM - Duel Sengit Kai dan Fani di Final MasterChef Indonesia Season 5 PERTARUNGAN Kaisha Fridayassie dan Stefani Horison semakin sengit di Gallery MasterChef Indonesia Season 5. Setelah ditantang menduplikasi masakan para juri, kini kedua kontestan dibebaskan untuk meng...
Loading...

PERTARUNGAN Kaisha Fridayassie dan Stefani Horison semakin sengit di Gallery MasterChef Indonesia Season 5. Setelah ditantang menduplikasi masakan para juri, kini kedua kontestan dibebaskan untuk mengkreasikan masakan sesuai selera.

Dalam puncak grand final MasterChef Indonesia, Kai dan Fani semangatnya semakin membara. Terlebih, di galeri para keluarga muncul menyemangati mereka hingga suasananya makin haru sebelum memulai berkompetisi.

Misalnya, dua anak Kai, Fave dan Hana ikut muncul dalam galeri. Juga dengan sang bunda turut menyemangati perempuan berambut warna-warni itu.

Saat masuk ke dalam galeri, mendadak semua terharu. Ibu Kai bahkan senang bisa melihat putrinya lolos grand final.

"Alhamdulillah senang banget. Ikut deg-degan," kata sang ibunda.

Fani juga ingin buktikan kepada orang terdekatnya bisa masuk ke grand final. Masuklah kedua orangtua Fani dan kakak-adik ke dalam galeri MasterChef Indonesia Season 5 ini.

Baginya keluarga merupakan penyemangat yang utama. Terlebih, dia tak hanya hobi masak, tapi bisa menghidangkan masakan enak di grand final ini.

"Pada round kedua, mereka harus masak appetizer, main course dan dessert. Setelah masak kalian harus menyajikan kepada kami," ucap Chef Juna.

"Aku yakin kalau sekarang bisa ngerjain secara baik dan maksimal, pasti bisa kejar poin Fani," kata Kai, finalis MasterChef Indonesia.

Dalam tantangan pertama, Kai dan Fani harus membuat appetizer sedap. Mereka berkreasi dengan bahan dasar seafood lho. Seperti apa ya masakannya?

Saat itu Kai berkreasi membuat hidangan Mexican style, dengan udang dan soup lime dengan rasa accidity yang pas. Kemudian supnua dihidangkan dingin.

Sementara Fani memasak hidangan khas Indonesia, berupa ikan tuna, urap dan sambal matah kecombrang. Pokoknnya nano-nano!

Kai dari udang, dengan lime yang akan mengeluarkan acciduty

Fani ikan, ada kecombrang

Sebelumnya, kedua grand final is memasak duplicate disk pada ronde pertama berupa steak, oyster dan dessert boba kekinian

Di tengah memasak, juri pun menyambangi kedua kontestan. Kai mengaku galau akan menyajikan appetizer sup panas atau dingin. Begitu juga dengan Fani, karena terbatas waktu dia merasa kesulitan mengalahkan Kai.

Ketiga juri memuji proses masak yang dilakukan Kai dan Fani. Dalam memasak kali ini dinilai sangat terorganisir.

Ketika waktu tinggal 30 detik, Kai dan Fani harus menghidangkan 3 porsi makanan untuk Chef Arnold, Chef Juna dan Chef Renatta.

Kai sudah menghidangkan masakan yang luar biasa, sayangnya udang yang dimasak kematangan.

"Aku bikin cold soup dengan chicken stock dan prawn, sayuranmya onion paprika, dan tomat. Ditambah roti kering yang Mexican banget," kata Kai.

Sayangnya, Kai menghidangkan cold soup itu terpisah antara condiments dan kuah sup, dengan maksud menyesuaikan selera para juri. Juri pun mulai berkomentar setelah merasakan signature dish Kai ini. Bagaimana komentarnya ya?

"Kalau saya sebenarnya ini tidak sepatutnya memberikan pilihan seberapa asam makanannua. Dari taste tidak ada masalah, tapi ini bukan refreshing dish. Karena karakter hidangan tersebut tidak seperti itu," ucap Chef Juna

"Konsep agak membingungkan, sebenarnya kamu tahu elemen seperti apa, kecuali kalau pedas. Secara flavor berasa semua orange dan lime. Di sini yang sangat disayangkan udangnya, bukan over lagi tapi border lain, antara over dan sudah mau mati," tambah Chef Renatta.

Kemudian, ketika juri MasterChef Indonesia Season 5 merasakan Tuna Tartar with Sambal Matah Kecombrang Urap Sour Cream buatan Fani. Saat merasakan, mereka tak berhenti makan hidangan pembuka tersebut.

"Sambal matah ini memang makanan lagi hype. Tapi kenapa ada terasi yang masih besar. Kamu harus pikirkan terasi dan tuna mentahnya. Walaupun potongan bagus, terasi baunya mengganggu," beber Chef Arnold.

Chef Juna bahkan mengomentari platting hidangan Fani. Secara warna kurang menarik, begitu juga dengan peletakan condiments di setiap layernya.

"Seharusnya platting lebih cantik lagi. Layer per layer warnanya harus kontras. Pedasnya pas, tapi ga ada peredanya. Misalnya kamu bisa tambah avocado," ucap Chef Juna.

Senada dengan Chef Juna, Chef Renatta pun mengomentari platting hidangan Fani. Dia menilai platting-nya sangat buruk dan tidak eye catching.

"Secara general rasanya ok. Lepadasannya di-cut down dengan sour cream, ini really flavor. Sedikit ikan tuna rasanya ada sendiri. Tapi sedikit bermasalah dengan presentasi," tambah Chef Renatta.

Setelah membuat appetizer, Kai dan Fani membuat main course yang lebih lezat. Mereka berdua kompak membuat hidangan steak dengan konsep berbeda.

Kai memilih membuat Mexican Style Venison Steak dengan bahan baku daging rusa. Fani memasak Ribeye Steak with Green Curry yang juga mantap.

Ketiga juri pun berkomentar atas masakan utama yang disajikan di galeri MasterChef Indonesia Season 5 untuk terakhir kalinya. Arnold menyenangi main course buatan Kai.

"Saya suka dengan rasa cheesy creamy dari sausnya. Until daun-daunnya jangan di-platting satu-satu karena enggak akan kemakan," terang Chef Arnold.

Kompakan, Chef Juna dan Chef Renatta mengomentari tingkat kematangan daging steak spesial tersebut. Sayangnya mereka juga menilai rempah dalam hidangan tersebut kurang halus diolahnya.

"Daging kematanganya bagus, tapi sausnya masih banyak rempah yang kurang halus. Platting lumayan bagus, you good," puji Chef Renatta.

Setelah itu, ketiga juri mengomentari hidangan Fani tidak jauh berbeda dengan Kai. Sayangnya, untuk daging pilihan Fani kurang mantap diolah.

"Rate kematangannya belum medium rare, tidak masalah. Eksekusinya harus beda. Penempatan bunga tidak tepat satu putik, harusnya cari yang warnanya kontras. Ini border line banget masaknya. Kalau buat acar agak kurang pas," kata Chef Juna.

"Pemotangan daging harusnya dipotong lurus. Kalau memotong daging ini ok, tapi tidak tepat. Fani dan Kai hidangan main course perbedaan sangat tipis," sambung Chef Arnold.

Di tantangan paling terakhir, Kai dan Fani juga wajib membuat dessert. Kai masih semangat mengkreasikan makanan manis Mexican Style, sementara Fani bikin hidangan penutup khas Indonesia.

Dalam 60 menit terakhir memasak di galeri MasterChef Indonesia Season 5, suasananya semakin memanas.

"Sedih banget terakhir kalinya menyajikan hidamgan untuk juri," ungkap Kai.

"Aku bikin dessert tradisional dari Indonesia adalah kolak," ucap Fani.

Sementara itu, Kai menghidangkan Tres Leches Cake. Elemennya terdiri dari dengan blueberry compoute, hazelnut, cokelat, icing sugar, milk powder hingga cinnamon untuk taburannya.

Kue manis

"Di akhir perjalanan aku kali ini ditutup dengan yang manis dan segar," tutur Kai.

"Signature dish ini harga diri aku. Kali terakhirnya masak di galeri, bakal langen banget, bagaimana perasaan saat masak di sini," tambah Fani.

Setelah menyajikan Tres Leches Cake, Chef Juna mengomentari hidangan penutup buatan Fani.

"Kamu buat Tres Leches Cake ini sangat riskan. Cukup waktu yang lama agar cake soft. Di sini waktunya kurang jadi cake kurang soft. Milk powder dengan icing sugar dan cinnamon peletakannya kurang bagus," kata Chef Juna.

"Hidangan yang kamu buat ini karakter kamu. Banyak elemen ramai, di pirimg terlihat cerah, dari crumble mestinya tekstur lebih halus lagi," ucap Chef Arnold menambahkan.

Sementara Chef Renatta juga memuji dessert Kai. Permainan warna dan tekstur terlihat sangat bagus. Rasa manisnya juga pas.

Untuk Fani, dia membuat deconstructed kolak. Tapi kolaknya di sini disajikan dengan tape dan ketan. Setelah disajikan Chef Juna pun menilai hidangan Fani.

"Suatu yang berbeda ubi dijadikan jeli, dengan lime agar, ini mungkin lebih kenyal dan soft. Dengan kolak ini good, platting-nya sangat cerdas, tapi harus maksimal," ucap Chef Juna.

Kolak

"Benar-benar deconstructed, ini makannya enggak bosan, which is good, jelly enggak terlalu padat. Dengan condiments sebanyak ini breadown bagus," sambung Chef Renatta.

Sementara Chef Arnold sangat bangga dengan hidangan Fani. Apalagi sangat mempresentasikan dirinya. Dia juga selalu menghidangkan makanan khas Indonesia yang diolah hypebeast.

"Saya bangga dengan hidangan kamu, itu sangat merepresentasikan diri kamu, hidangan kamu hype banget, milenial. Untuk kolak ini very good, breakdown setiap elemen dari kolak, komposisi di sini lime jelly to much terlalu besar, terlalu strong," tutur Chef Arnold.

Comments