Dorong Bisnis Kuliner Anak Bangsa, GoFood dan Digitaraya Rilis Digitarasa

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Dorong Bisnis Kuliner Anak Bangsa, GoFood dan Digitaraya Rilis Digitarasa

Dorong Bisnis Kuliner Anak Bangsa, GoFood dan Digitaraya Rilis Digitarasa

KEPONEWS.COM - Dorong Bisnis Kuliner Anak Bangsa, GoFood dan Digitaraya Rilis Digitarasa GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood) Dalam rangka mendorong pertumbuhan para pengusaha dan startup food & beverage (F&B) serta ekosistem masakan di Indonesia, Gojek mela...

GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood)

Dalam rangka mendorong pertumbuhan para pengusaha dan startup food & beverage (F&B) serta ekosistem masakan di Indonesia, Gojek melalui GoFood, bersama Digitaraya dan para pakar di industri masakan Chef Arnold Poernomo serta Edward Tirtanata - CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, mendirikan Digitarasa, sebuah akselerator usaha masakan.

Melalui program akselerasi Digitarasa, para pengusaha masakan bisa mendapatkan akses pada pengembangan usaha komprehensif dari mentor-mentor kelas dunia hingga akses ke permodalan.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, "Selama 5 tahun menjadi growth partner para mitra UMKM masakan, kami memahami tantangan yang dihadapi para merchant untuk mengembangkan usaha termasuk dalam hal manajemen usaha, pemasaran, dan permodalan. Dengan inovasi teknologi berkelanjutan, kami bisa menjembatani kebutuhan para mitra merchant dari hulu ke hilir. GoFood telah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, peranan kami merambah menjadi enabler yang terus menyokong para pengusaha masakan agar berdaya saing tinggi di industri. Setelah sukses dengan Gojek Xcelerate, kali ini kami kembali berkolaborasi melalui Digitarasa untuk membantu percepatan pertumbuhan usaha para startup masakan lokal."

Managing Director Digitaraya, Nicole Yap mengatakan, "Kami melihat potensi yang cukup besar di bidang industri masakan. Data Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik menunjukkan kontribusi sektor masakan terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69 persen , tertinggi 1 diantara 15 subsektor lainnya. Dari sisi perusahaan modal ventura, mereka juga semakin melirik potensi sektor industri ini, termasuk juga usaha F&B tradisional yang mempunyai potensi tinggi untuk berkembang. Hal ini yang menginspirasi kami untuk mengembangkan wadah pengembangan usaha dimana para pelaku usaha masakan bisa mendapatkan insight langsung dari para partner yang telah sukses mengembangkan sektor industri masakan lewat banyak sekali inovasi teknologi."

Berbeda dari perusahaan akselerator usaha lainnya, Digitarasa dirancang untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran usaha masakan yang end-to-end.

Peserta akan belajar mengenai banyak hal terkait pengembangan usaha F&B seperti manajemen operasional, branding & marketing, pengembangan produk, riset pasar dan lainnya.

Selain mentoring, seluruh peserta juga mendapat kesempatan untuk networking dengan banyak sekali pemain besar di industri F&B.

GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood)GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood)

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah di sektor wisata gastronomi yang ditargetkan akan berkontribusi sebesar 60 persen pada produk domestik bruto (PDB) di tahun 2030.

Sebagai seorang chef profesional, restauranter, sekaligus CEO Digitarasa, Chef Arnold Poernomo memahami seluk beluk dunia masakan dan tantangan bagi para pengusaha F&B lokal.

"Indonesia mempunyai keragaman dan kekayaan budaya dengan citarasa yang berlimpah, karena itu potensi citarasa masakan Indonesia untuk bersaing dengan masakan asing sangat besar. Dengan bimbingan dan pembinaan Digitarasa, kami percaya akan banyak usaha F&B lokal berbobot yang dapat berkembang dan bersaing secara nasional dan internasional", imbuh Chef Arnold Poernomo.

Di batch pertama, Digitarasa mencari sebanyak-banyaknya pengusaha masakan terbaik dari seluruh Indonesia.

Mereka yang lolos seleksi awal, sesi wawancara dalam format speed dating, dan tahap wawancara akhir dengan dewan panel, berhak mengikuti bootcamp di Jakarta dan belajar langsung dari mentor-mentor kelas dunia.

Tahun ini, Digitarasa akan menjalankan 4 (empat) batch dengan rangkaian program serupa dengan menargetkan sebanyak-banyaknya peserta startup masakan lokal terpilih.

Nantinya, puluhan startup masakan terbaik akan mendapatkan akses ke permodalan usaha dan bergabung secara langsung di ekosistem Gojek.

GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood)GoFood dan Digitaraya Luncurkan Digitarasa. (dok. GoFood)

Digitarasa akan mengunjungi Medan, Surabaya dan Makassar untuk memperkenalkan program ini kepada para pelaku usaha masakan dan membuka kesempatan bagi puluhan startup terpilih di masing-masing kota, untuk mengikuti seleksi langsung dalam format speed dating.

Muncul pula di kesempatan yang sama, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata menceritakan pengalamannya selama mengembangkan usaha, "Lima tahun berkecimpung di industri masakan Indonesia, saya menyadari pemanfaatan teknologi dapat terus dioptimalkan dalam mengembangkan usaha, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan pengalaman pelanggan. Inovasi dan networking juga menjadi salah satu hal esensial dalam memastikan keberlanjutan usaha masakan. Saya berharap dapat membuatkan pengalaman dan pemahaman ini kepada calon peserta nantinya."

Program Digitarasa dibuka bagi pelaku usaha masakan dengan produk siap jual untuk dipasarkan ke masyarakat, dengan usaha yang dibangun dan dimiliki sendiri (bukan franchise).

Pelaku usaha masakan bisa mendaftar secara online lewat link registrasi yang ada di website www.digitarasa.id atau akun Instagram @digitarasa_id. Pendaftaran ini akan dibuka sampai dengan 6 Maret 2020.

Comments