Diajak paman bermain, balita dua tahun tewas tersenggol kipas angin

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Diajak paman bermain, balita dua tahun tewas tersenggol kipas angin

Diajak paman bermain, balita dua tahun tewas tersenggol kipas angin

KEPONEWS.COM - Diajak paman bermain, balita dua tahun tewas tersenggol kipas angin Anak kecil identik dengan ulah lucu dan menggemaskan. Tak jarang setiap tingkah polah anak kecil berhasil mengundang tawa. Dalam banyak sekali kondisi tetap saja anak kecil itu lucu. Tak jarang membua...
Loading...

Anak kecil identik dengan ulah lucu dan menggemaskan. Tak jarang setiap tingkah polah anak kecil berhasil mengundang tawa. Dalam banyak sekali kondisi tetap saja anak kecil itu lucu. Tak jarang membuat banyak orang ingin bertindak usil padanya.

Ketika berjumpa dengan anak kecil yang sangat lucu, pasti rasanya ingin sekali memegang bahkan bermain bersama. Ada kalanya saat ingin bermain bersama si adik kecil, saking gemasnya bahkan ada beberapa orang yang bercanda gurau melewati batas.

Di Malaysia ada sebuah tragedi mengenaskan terjadi pada anak yang masih berumur 2 tahun. Bocah tu tengah diajak bermain bersama pamannya pada Rabu (19/6) lalu. Keponakan yang lucu nan menggemaskan itu ia dilempar-lemparkan ke atas.

balita masuk kipas angin pixabay

foto: ohmymedia

Alih-alih ingin membuat tertawa si bocah, justru hal mengenaskan terjadi pada gadis itu. Kepala balita itu menabrak kipas angin yang melekat di dinding atas. Cedera parah dialami balita tersebut. Tragisnya, bocah itu pun meninggal.

Dilansir dari ohmymedia pada Kamis (20/6), sang anak sebelumnya sempat menangis sebelum paman membujuknya dengan bermain melambung-lambungkannya. Niat paman tersebut ialah agar si bocah tak rewel.

balita masuk kipas angin pixabay

foto: ohmymedia

Paman yang masih berusia 25 tahun itu sudah ditahan oleh pihak kepolisian yang berwenang. Dia ditahan selama tujuh hari dan kasus itu sedang diselidi hingga kini. Dia dikenakan Bagian 31 (1) (a) dari Undang-Undang Anak 2001 Malaysia.

Recommended By Editor

Comments