Data UNAIDS: 51 Persen Kasus HIV Baru Terjadi Pada Kelompok Remaja, 12 Persennya Anak-Anak

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Data UNAIDS: 51 Persen Kasus HIV Baru Terjadi Pada Kelompok Remaja, 12 Persennya Anak-Anak

Data UNAIDS: 51 Persen Kasus HIV Baru Terjadi Pada Kelompok Remaja, 12 Persennya Anak-Anak

KEPONEWS.COM - Data UNAIDS: 51 Persen Kasus HIV Baru Terjadi Pada Kelompok Remaja, 12 Persennya Anak-Anak Setiap tahun, jumlah Orang dengan HIV terus meningkat. Dari data epidemiologi UNAIDS, hingga tahun 2021 jumlah orang dengan HIV mencapai 38,4 juta jiwa di seluruh dunia. Sementara itu, situasi epide...

Setiap tahun, jumlah Orang dengan HIV terus meningkat. Dari data epidemiologi UNAIDS, hingga tahun 2021 jumlah orang dengan HIV mencapai 38,4 juta jiwa di seluruh dunia.

Sementara itu, situasi epidemi pada kelompok perempuan dan anak menunjukkan angka yang terus memprihatinkan. Hal ini dibahas dalam World AIDS Day 2022 Press Briefing Let s Equalize, No Woman and Child Left Behind di Gedung Tempo pada 25 November 2022 lalu.

Ilustrasi HIV Aids - cara penularan HIV Aids (Pixabay)Ilustrasi HIV Aids - cara penularan HIV Aids (Pixabay)

UNAIDS Indonesia Country Director - Krittayawan Boonto mengatakan, terdapat sekitar 543,100 orang di Indonesia yang hidup dengan HIV, dengan estimasi 27 ribu kasus infeksi baru di tahun 2021 lalu.

Padahal, 40 persen kasus infeksi baru terjadi pada perempuan, sementara lebih dari 51 persennya terjadi pada kelompok remaja usia 15 hingga 24 tahun. Tak hanya itu, 12 persen infeksi baru juga terjadi pada kelompok anak.

Bukan Kena HIV, Sunan Kalijaga Ternyata Idap Penyakit Ini

"Sayangnya, hanya 28 persen yang mendapatkan pengobatan ARV. Indonesia menduduki posisi tiga terbawah di Asia Pasifik untuk cakupan pengobatan ARV bersama dengan Pakistan dan Afghanistan," kata Krittayawan Boonto, dikutip dari siaran tertulis Senin, (28/11/2022).

ARV atau Antiretroviral merupakan bagian dari pengobatan HIV dan AIDS untuk mengurangi risiko penularan HIV serta menghambat perburukan infeksi karena infeksi virus menular tersebut. Untuk itu, ARV sangat penting untuk menghentikan penularan HIV dari ibu ke anak.

Perempuan dan Anak ialah Populasi Kunci

Ilustrasi HIV

Menurut data UNAIDS, hampir setengah dari kasus infeksi HIV baru pada anak, berasal dari Ibu yang tidak mendapatkan terapi ARV. Data juga menunjukkan bahwa ada banyak ibu menghentikan terapi, selama masa hamil dan menyusui.

Padahal menurut Boonto, perempuan dan anak dengan HIV merupakan populasi kunci yang seharusnya menjadi prioritas untuk mengakhiri epidemi AIDS. Sayangnya, mereka masih menghadapi banyak sekali tantangan untuk melakukan pengobatan.

Denise Chariesta Beberkan Mbak Bulan Sering Terima Pekerjaan Rp100 Juta di Luar Negeri

Pada ibu hamil dan menyusui alasan untuk menghentikan terapi karena adanya keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, biaya, stigma dan diskriminasi dari lingkungan sekitar dan efek samping obat.

Comments