Dampak Hari Tanpa Bayangan Bagi Indonesia

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Dampak Hari Tanpa Bayangan Bagi Indonesia

Dampak Hari Tanpa Bayangan Bagi Indonesia

KEPONEWS.COM - Dampak Hari Tanpa Bayangan Bagi Indonesia Kurang lebih dua pekan lagi, wilayah Indonesia akan mengalami fenomena alam bernama hari tanpa bayangan. Fenomena hari nir bayangan ini terjadi seiring dengan Matahari berada tepat di atas ekuator ata...
Loading...

Kurang lebih dua pekan lagi, wilayah Indonesia akan mengalami fenomena alam bernama hari tanpa bayangan. Fenomena hari nir bayangan ini terjadi seiring dengan Matahari berada tepat di atas ekuator atau khatulistiwa pada 21 Maret 2018.

Pada tengah hari tanggal tersebut, Matahari hampir tepat di atas kepala. Saat ini, tugu atau objek yang berdiri tegak di ekuator akan tampak hampir tak punya bayangan.

Meski fenomena alam ini dinamakan hari tanpa bayangan, pohon rindang tetap akan punya bayangan. Selain itu sebelum dan setelah tengah hari tugu akan kembali memiliki bayangan.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto, dikutip Kamis 15 Maret 2018, membeberkan dampak dari fenomena hari tanpa bayangan nanti.

Matahari terbit. Imsakiah pertama kali diperkenalkan di Mesir pada Ramadan 1262 H atau sekitar September 1846.

Pertama, karena Matahari melintas tepat di atas kepala, maka dampaknya Matahari akan menjadi lebih terik 9 persen dibanding saat solstice. Untuk diketahui, solstice merupakan momen saat Matahari berada di titik paling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas atau musim dingin.

Puncak musim panas terjadi sekitar 22 Juni, sedangkan puncak musim dingin terjadi sekitar 22 Desember.

Dampak kedua, kata Rhorom, tidak ada perubahan percepatan atau gaya gravitasi Bumi atau Matahari. Selanjutnya, dampak ketiga dari hari tanpa bayangan yakni mulai terjadi perubahan musim di wilayah Indonesia.

Pada hari nir bayangan 21 Maret 2018, LAPAN akan berpartisipasi dalam Festival Hari Nir Bayangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Festival tersebut akan berlangsung hingga 23 Maret 2018. LAPAN akan menyajikan pertunjukan planetarium mini, pameran, dan ceramah edukasi.

Comments