COVID-19 Membuat Himalaya Terlihat dari India Pertama Kali dalam 30 Tahun

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

COVID-19 Membuat Himalaya Terlihat dari India Pertama Kali dalam 30 Tahun

COVID-19 Membuat Himalaya Terlihat dari India Pertama Kali dalam 30 Tahun

KEPONEWS.COM - COVID-19 Membuat Himalaya Terlihat dari India Pertama Kali dalam 30 Tahun Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) hingga Kamis 9 April 2020, 1.518.719 orang positif terinfeksi COVID-19. 88.502 di antaranya meninggal dunia, sedangkan 330.589 orang dinyatakan sembuh....

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) hingga Kamis 9 April 2020, 1.518.719 orang positif terinfeksi COVID-19. 88.502 di antaranya meninggal dunia, sedangkan 330.589 orang dinyatakan sembuh.

COVID-19 memang memberikan dampak luar biasa bagi dunia. Namun, tidak selalu negatif yang ditimbulkan oleh COVID-19.

Seperti yang terjadi di India. Dikutip Okezone dari Thesun, negara yang dikenal dengan industri Bollywood-nya tersebut telah menerapkan lockdown nasional mengikuti beberapa negara di dunia lainnya.

Lockdown selama 21 hari membuat lebih sedikit mobil dan usaha yang beroperasi di India. Hal tersebut berdampak positif terhadap turunnya tingkat polusi udara. Padahal, menurut IQAIR, tahun lalu India yang mempunyai populasi sekira 1,4 miliar orang menempati peringkat teratas sebagai kota terpolusi terburuk di dunia.

Gunung Himalaya

Menurunnya tingkat polusi membuat barisan Gunung Himalaya kini bisa terlihat dari India untuk pertama kalinya semenjak 30 tahun. Pemandangan Gunung Himalaya dari India terlihat jelas di distrik Jalandhar di Punjab yang jaraknya sekira 125 mil.

Penduduk setempat pun tak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut dengan ramai-ramai menyebarkan foto keindahan barisan Gunung Himalaya yang merupakan rumah bagi 110 puncak. Hal itu termasuk puncak Gunung Everest yang mempunyai ketinggian 24.000 kaki.

"Kita bisa melihat gunung yang tertutup salju dengan jelas dari atap kita. Bukan hanya itu, bintang terlihat di malam hari. Saya belum pernah melihatnyadalam waktu belakangan ini," ujar Sant Balbir Sing Seechewal, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Selanjutnya

Comments