Come Play, Sinopsis dan Ulasan

Music - Movies - TV

Updates / Music - Movies - TV

Come Play, Sinopsis dan Ulasan

Come Play, Sinopsis dan Ulasan

KEPONEWS.COM - Come Play, Sinopsis dan Ulasan Setiap orang membutuhkan seorang sahabat meskipun mereka mungkin tidak selalu mempunyai niat yang benar dan terkadang mereka muncul pada waktu yang paling buruk. Premis storyline semacam ini kurang le...

Setiap orang membutuhkan seorang sahabat meskipun mereka mungkin tidak selalu mempunyai niat yang benar dan terkadang mereka muncul pada waktu yang paling buruk. Premis storyline semacam ini kurang lebih telah muncul di film horor yang tak terhitung jumlahnya. Kalau bicara perihal film horor terbaru, Come Play, tidak ada bedanya lebih baik atau lebih buruk. Come Play merupakan film thriller horor Amerika 2020yang ditulis dan disutradarai oleh Jacob Chase. Film ini dibintangi oleh Gillian Jacobs , John Gallagher Jr. , Azhy Robertson, dan Winslow Fegley.

Oliver ialah anak autis yang memakai smartphone untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ia bersekolah dan sebagian besar diasuh oleh ibunya, Sarah; ayahnya Marty menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja berusaha memenuhi kebutuhan. Pernikahan Sarah dan Marty menjadi sulit sejauh Marty pindah. Suatu malam Oliver melihat software di smartphone-nya, Monster yang Disalahpahami , yang menceritakan kisah monster bernama Larry yang hanya menginginkan sahabat . Hal-hal aneh mulai terjadi pada Oliver setelah dia membaca ceritanya: lampu mati sendiri, dan wajah kedua muncul di tabletnya saat dia bermain dengan software gambar. Berawal dari situ, dimulailah rangkaian kejadian supranatural mengerikan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dialami baik oleh Oliver maupun ayah dan ibunya.

Come Play sedikit banyak mengingatkan pada Lights Out. Keduanya dimulai sebagai film pendek populer yang dikembangkan oleh produser menjadi film layar lebar. Keduanya melibatkan entitas jahat yang bermanifestasi dalam kegelapan untuk meneror seorang anak bermasalah. Keduanya menampilkan anggota keluarga wanita pelindung yang dimainkan oleh bintang kelas menengah yang dapat dengan mudah bertukar peran tanpa ada yang memperhatikan perbedaan materi.

Kalau dipikir-pikir, sejumlah tren dan kiasan horor dari tahun 2010-an berujung pada Come Play. Seperti The Babadook, Makhluk Come Play keluar dari sajak anak-anak terkutuk dengan asal yang tidak diketahui. Seperti The Darkness, masalah perilaku anak autis menambah stres yang sudah ada di antara orang tua yang kejam. Seperti terlalu banyak film untuk disebutkan, perangkat elektronik berperan penting dalam penyebaran horor modern ini. Juga seperti terlalu banyak film untuk disebutkan, tabrakan mobil yang diatur waktunya membuat karakter kehilangan komisi ketika cerita perlu untuk sementara membawanya dari meja. Come Play biasanya mengikuti resep yang sudah distempel untuk sajian horor standar, tidak seperti judul Blumhouse rata-rata yang dimaksudkan untuk daya tarik penonton mainstream.

Bagian terbaik dari Come Play , atau setidaknya yang membuatnya tetap bisa ditonton ialah performa para pemainnya. Materinya tidak terlalu bagus tetapi Jacobs, Gallagher Jr., dan Robertson bisa tampil baik sebagai Sarah, Marty, dan Oliver. Chemistry antara Jacobs dan Robertson menjual hubungan sulit mereka. Usaha dan frustrasi Sarah yang membesarkan Oliver agak bisa diterima sementara dunia Oliver agak menarik untuk ditonton.

Film seperti Come Play dibuat karena risikonya rendah bagi studio yang memutarnya dengan aman. Namun meski demikian, sutradara Jacob Chase bisa mendemonstrasikan teknik yang layak untuk premis yang terhitung generik ini. Dipisahkan oleh epilog sentimental, filmnya memang menyertakan akhir tak terduga yang kejutannya menyuntikkan semangat atipikal dari film B DTV yang berpura-pura menjadi film thriller teatrikal. Come Play juga makin menegaskan salah satu resep film horor untuk berhasil merupakan dengan menempatkan karakter anak-anak sebagai penanggung konflik utamanya. Intinya, horror with kids as center usually never fail.

Secara keseluruhan, Come Play tidak pernah menjadi lebih imajinatif secara inventif daripada itu, juga tidak dibuat untuk mencoba mengambil resiko. Pada akhirnya, Come Play ialah pengalaman thriller horor yang solid yang memberikan lebih banyak hal yang sama dan untuk beberapa penonton, itu bisa cukup tetapi sebagian besar mungkin akan menginginkan lebih.

Come Play tengah tayang di jaringan bioskop tanah air

Comments