Coba Deh, Wisata Kuliner ke Rumah Gubernur Pertama Kalteng

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Coba Deh, Wisata Kuliner ke Rumah Gubernur Pertama Kalteng

Coba Deh, Wisata Kuliner ke Rumah Gubernur Pertama Kalteng

KEPONEWS.COM - Coba Deh, Wisata Kuliner ke Rumah Gubernur Pertama Kalteng Palangkaraya - Ada destinasi masakan keren di Kalimantan Tengah. Berupa wisata masakan ke rumah dinas gubernur Kalteng pertama dengan menu yang unik.Menikmati akhir pekan, tak ada salahnya mencoba ber...


Palangkaraya - Ada destinasi masakan keren di Kalimantan Tengah. Berupa wisata masakan ke rumah dinas gubernur Kalteng pertama dengan menu yang unik.

Menikmati akhir pekan, tak ada salahnya mencoba berburu umbut rotan di Ibukota Kalteng, Palangka Raya. Anda bisa menikmatinya di Rumah dinas Gubernur pertama Kalteng yang merupakan pahlawan nasional dari tanah dayak ini, Gubernur Tjilik Riwut.

Dari rilis yang diterima detikTravel, Minggu (15/4/2018) tempat ini bernama Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto. Menu khasnya ialah rebung rotan, atau kalau disini disebut 'juhu umbut rotan'.

Menu khas di Tjilik Riwut Gallery & Resto (dok Pemprov Kalteng)
Masakan ini menggunakan tunas tanaman rotan yang masih muda yang disebut umbut. Makanan ini merupakan khas Suku Dayak, jadi jangan heran kalau hanya bisa ditemukan di Kalimantan. Umbut rotan diolah menjadi sayur, bisa dimasak dengan atau tanpa santan, mirip cara memasak sayur rebung. Meskipun terbuat dari rotan, tapi bagian tunas yang diolah ini terasa empuk. Tunas rotan dibersihkan terlebih dulu dari durinya dan dipotong seukuran jari.

Lalu kenapa di Rumah Gubernur pertama Kalteng itu? Singkat cerita, rumah itu dipermak sedemikian rupa sehingga tidak hanya memberikan masakan khas dayak, tetapi anda bisa sekaligus menikmati wisata sejarah di sini. Ia dikemas menjadi cafe.

Beberapa peninggalan Tjilik Riwut semasa usaha, masih tersimpan bagus, orisinil, dipajang di sini. Ada beberapa seragam militer berikut beberapa penghargaan, juga foto-foto yang ditata rapi.

Ada musik yang menghibur para pengunjung (dok Pemprov Kalteng)

Pengunjung bisa membaca rentetan fakta sejarah. Juga bisa membaca atau membeli buku terkait usaha Kalteng semasa Tjilik Riwut, baik tulisannya sendiri maupun gesekan anak-anaknya.

Kembali ke masakan, ada beberapa pilihan yang disuguhkan mendampingi 'juhu umbut rotan' karena ia merupakan semacam kuah atau sayur pendamping saja. Bisa orisinil atau modifikasi misalnya juhu umbut rotan kepala patin atau kepala nila. Menarik bukan?

Tumis Kelakai, juga ada di sini. Kelakai merupakan sejenis tumbuhan paku. Ada juga sambal khas dayak, namanya kandas Sarai, yang cukup harum karena terdiri dari Serai yang ditumbuk.

(dok Pemprov Kalteng)

Ingin mencoba minuman tuak atau minuman beralkohol khas dayak, disini juga ada. Namanya Baram, dengan banyak sekali varian. Pelayan di sini menyebut baram madu paling digemari pengunjung.

Setiap daerah peredaran sungai (DAS) di Kalimantan memiliki resep pembuatan baram berbeda-beda. Khusus untuk Dayak Ngaju ada dua DAS yang cukup terkenal dalam pembuatan Baram yaitu DAS Katingan dan DAS Kahayan. Perbedaan mendasar di dua DAS ini merupakan penggunaan beras ketan.

Eits, kalau datang saat malam minggu seperti ini, kamu bisa tidak kebagian tempat di Resto Tjilik Riwut yang terletak di bilangan jalan Sudirman, persis samping kantor Dinas PUPR Kalteng. Banyak muda-mudi pesan tempat semenjak petang. Ada spot-spot romantis, juga di gazebo belakang yang bernuansa alam. Tidak hanya warga lokal, turis mancanegara pun mudah kamu dapatkan di sini.

(dok Pemprov Kalteng)

Sulang, cucu Tjilik Riwut yang mengelola kediaman Tjilik Riwut itu, mendatangkan pemusik lokal, membawakan lagu etnik yang disebut karungut. Penampilan 'Live' dengan kecapi dan suling. Seminggu dua kali penampilan, setiap Minggu malam Karungut versi Katingan, dan Rabu malam Karungut versi Barito.

"Pak Tjilik, Kakek saya, berpesan agar bagaimanapun susahnya meniti hidup, supaya tempat ini jangan sampai dijual. Beliau minta rumah ini dijadikan rumah sumber inspirasi, bertemunya orang mencari ide, mendiskusikan untuk sesuatu kebaikan bagi Kalteng, seperti dilakukan Kakek semasa hidup. Jadilah konsep rumah galery resto ini. Mulai dibuka akhir 2013 lalu," tuturnya. (sym/sym)

Loading...

Comments