Ciptakan Cokelat Alami, Pabrik Ini Giling Pakai Sepeda

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Ciptakan Cokelat Alami, Pabrik Ini Giling Pakai Sepeda

Ciptakan Cokelat Alami, Pabrik Ini Giling Pakai Sepeda

KEPONEWS.COM - Ciptakan Cokelat Alami, Pabrik Ini Giling Pakai Sepeda COKELAT memang makanan yang banyak dicari, selain karena menyenangkan untuk dimakan cokelat memang mempunyai banyak manfaat. Salah satu manfaat cokelat ialah meningkatkan mood kala kita tengah stres,...
Loading...

COKELAT memang makanan yang banyak dicari, selain karena menyenangkan untuk dimakan cokelat memang mempunyai banyak manfaat. Salah satu manfaat cokelat ialah meningkatkan mood kala kita tengah stres, tapi hati-hati jangan terlalu banyak mengonsumsi, malah membuat obesitas.

Tapi, menemukan cokelat alami yang tidak ditambah dengan pengawet dan bahan lainnya mungkin akan sulit. Bahkan, di Pantai Gading sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia itu cukup sulit untuk mencari cokelat alami.

Salah satu pabrik penghasil cokelat alami merupakan Mon Choco. Bahkan, pabrik cokelat tersebut tidak memakai mesin, untuk menggiling bijinya, melainkan dengan sepeda.

Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan

Dalam pabrik tersebut, biji-biji kakao yang bagus disortir, kemudian dimasukkan ke dalam corong dan diproses menjadi bentuk pasta dengan penggilingan yang dijalankan dengan mengayuh sepeda.

Mroueh, pengawas pabrik tersebut mengatakan seluruh proses mulai dari pemilihan biji hingga diolah menjadi permen cokelat merupakan produk organik dan ramah lingkungan.

"Kami benar-benar ingin mempunyai dampak yang baik terhadap lingkungan dengan memakai listrik sesedikit mungkin," kata Mroueh seperti dilansir dari Reuters.

Cokelat tersebut terdiri dari 70 persen kakao dan 30 persen dari gula merah. "Kami tidak sama sekali menambahkan cocoa butter atau minyak nabati. Ini hanya memakai kakao dan gula merah, Kata Mroueh.

Foto Syur Bintang Porno Hitomi Tanaka, Foto Nomor 1 Bikin Pria Gak Tahan!

Memang, industri kakao dianggap mengancam lingkungan, karenanya kalau Pantai Gading tidak bisa mengimbangi peningkatan permintaan kakao, maka semua tanaman itu akan benar-benar punah pada 2034.

Biji kakao organik memang sulit ditemukan di Pantai Gading, di mana sebagian besar petani memakai bahan kimia dan insektisida. Akibatnya untuk memproduksi cokelat organik harganya sangat mahal dan hanya bisa dijual untuk pasar Eropa.

Cokelat batangan Mon Choco dijual seharga sekitar 1.500 franc atau setara Rp37.000. Bagi konsumen lokal Pantai Gading, harga cokelat Mon Choco memang tidak terjangkau. Mon Choco memang hanya memproduksi 5.000 ton biji per tahun, jauh dibandingkan produksi negaranya sebesar 2 juta ton per tahun.

(mrt)


Loading...

Comments