Chelsea Siap Didik Suporter Rasis

Sepakbola

Sports / Sepakbola

Chelsea Siap Didik Suporter Rasis

Chelsea Siap Didik Suporter Rasis

KEPONEWS.COM - Chelsea Siap Didik Suporter Rasis Klub papan atas Liga Inggris, Chelsea, siap untuk memberikan pendidikan kepada suporter mereka yang rasis. Hal itu diungkapkan salah satu pejabat klub, Bruce Buck. Sebagaimana diketahui, hingga saat i...

Klub papan atas Liga Inggris, Chelsea, siap untuk memberikan pendidikan kepada suporter mereka yang rasis. Hal itu diungkapkan salah satu pejabat klub, Bruce Buck.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, tindakan rasis kerap dilakukan suporter Chelsea. Penggawa The Blues Alvaro Morata bahkan tak luput dari tindakan rasis suporter.

Pada September 2017, saat Chelsea menghadapi Tottenham Hotspur, Morata mendapat perlakuan rasis dari suporter yang memicu kemarahan klub.

Karena sikap rasis tersebut pula, banyak suporter yang diganjar hukuman. Bahkan ada yang dilarang nonton di Stamford Bridge hingga tiga tahun.

Penyerang Chelsea, Alvaro Morata (tengah) terlihat tak terlalu gembira meski berhasil membobol gawang Vidi pada laga matchday 2 Grup L Liga Europa 2018/2019 di Stamford Bridge, Jumat (5/10/2018) dini hari WIB. [Ben STANSALL / AFP]Penyerang Chelsea, Alvaro Morata (tengah) terlihat tak terlalu gembira meski berhasil membobol gawang Vidi pada laga matchday 2 Grup L Liga Europa 2018/2019 di Stamford Bridge, Jumat (5/10/2018) dini hari WIB. [Ben STANSALL / AFP]

"Sulit untuk bertindak ketika 50 sampai 100 orang berteriak. Rasanya mustahil untuk menarik mereka satu persatu keluar dari stadion," ujar Buck dikutip Scoresway.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ide mendidik suporter pun tercetus. Ide tersebut kabarnya mendapat dukungan penuh dari pemilik klub Roman Abramovich, yang merupakan seorang Yahudi.

Dengan demikian, maka bila suporter tertangkap bertindak atau bersikap rasis, maka akan diberi pilihan. Dilarang datang ke stadion atau mengikuti pendidikan atau kursus yang diselenggarakan klub.

"Jikalau kamu melarang orang, kamu tidak akan pernah mengubah perilaku mereka," kata Buck.

"Tapi dengan kebijakan ini, mereka (suporter rasis) akan mendapat kesempatan menyadari kesalahan mereka. Membuat perilaku mereka menjadi lebih baik."

"Di masa lalu, kami menyeret mereka diantara kerumunan dan melarang mereka (datang ke stadion), bahkan hingga tiga tahun lamanya. Kini kami akan berkata kepada mereka, 'jikalau kamu bersalah, kamu mempunyai pilihan. Kami larang (datang ke stadion) atau menghabiskan waktu bersama petugas pendidik kami agar mengerti yang kamu lakukan itu salah'," jelasnya.


Loading...

Comments