Cerita Nita Thalia Ditawari Raffi Ahmad Jadi Istri Kedua

Entertainment & Selebritis

Life & Style / Entertainment & Selebritis

Cerita Nita Thalia Ditawari Raffi Ahmad Jadi Istri Kedua

Cerita Nita Thalia Ditawari Raffi Ahmad Jadi Istri Kedua

KEPONEWS.COM - Cerita Nita Thalia Ditawari Raffi Ahmad Jadi Istri Kedua Nita Thalia mengaku pernah ditawarkan Raffi Ahmad untuk menjadi istri kedua. Hal tersebut diungkap Nita saat mengisi acara Kursi Panas di Trans TV. Saat dikonfirmasi soal pengakuan tersebut, Nita Tha...

Nita Thalia mengaku pernah ditawarkan Raffi Ahmad untuk menjadi istri kedua. Hal tersebut diungkap Nita saat mengisi acara Kursi Panas di Trans TV.

Saat dikonfirmasi soal pengakuan tersebut, Nita Thalia mengatakan tidak mau menanggapi tawaran tersebut. Nita pun menganggap Raffi hanya bercanda.

"Ya aku enggak tau itu iseng atau serius ya, ya aku sih nanggepinnya dengan santai aja," ujar Nita Thalia di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

"Mungkin itu bercanda kan, karena enggak mungkin banget gitu," kata Nita Thalia menambahkan.

Raffi Ahmad (Seno/tabloidbintang)

Raffi Ahmad (Seno/tabloidbintang)

Namun, dari beberapa kali pertemuan, Raffi Ahmad selalu menanyakan ke Nita Thalia mengenai tawaran jadi istri kedua. Nita pun membalas candaan tersebur dengan menganggap Raffi Ahmad gila.

"Cuma ya setiap ketemu itu bercandanya pasti ke situ arahnya. 'Mau enggak Teh jadi istri kedua, aku lagi nyari-nyari nih', 'ih gila lu, Aa ih'. Ya gitu jadi aku nanggepinnya dengan santai kan. Ah enggak mungkin juga si Aa ini kan Gigi (Nagita Slavina) cantik banget," ungkap Nita Thalia menirukan.

"Terus ya pernah aku tanya 'emang kenapa sih A, kok iseng banget kayaknya', terus katanya 'Enggak, aku emang pengin Teh punya istri dua' nah itu lo maksudnya ucapan kan merupakan doa. Jangan sampe," pungkas Nita Thalia.

(pri)

Komentar ialah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Comments