Cerita dari RS Wisma Atlet, Perjuangan Dokter Debryna 10 Jam Dibalut APD

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Cerita dari RS Wisma Atlet, Perjuangan Dokter Debryna 10 Jam Dibalut APD

Cerita dari RS Wisma Atlet, Perjuangan Dokter Debryna 10 Jam Dibalut APD

KEPONEWS.COM - Cerita dari RS Wisma Atlet, Perjuangan Dokter Debryna 10 Jam Dibalut APD Banyak cerita dari tenaga medis di Wisma Atlet yang dijadikan RS Darurat bagi pasien COVID-19. Salah satunya dari dokter Debryna yang harus memakai alat pelindung diri (APD) selama hampir 10 jam. APD...

Banyak cerita dari tenaga medis di Wisma Atlet yang dijadikan RS Darurat bagi pasien COVID-19. Salah satunya dari dokter Debryna yang harus memakai alat pelindung diri (APD) selama hampir 10 jam.

APD bagi para petugas medis merupakan pertahanan utama dalam menangkal Covid-19. Alat itu seperti masker, kacamata pelindung, pakaian pelindung tubuh 'hazmat', dan sarung tangan.

Debryna Dewi yang bekerja sebagai dokter di RS Wisma Atlet lewat Instagram menceritakan kesulitan yang dihadapi.

"Bagaimana kalau lapar, haus dan lainnya? Bagi yang sudah biasa puasa akan oke sih. Tapi untuk menahan pipis itu susah sih. Kalau saya sih mentalnya belum kuat untuk pakai popok. Jadi saya berusaha menahan sekuat mungkin," kata Debryna yang dikutip Okezone dari BBC Indonesia.

Dokter

(Foto Ilustrasi)

Ia melanjutkan, para petugas medis pun selalu was-was kalau pakaian pelindung tubuh yang bolong.

"Ada keparnoan kalau ada bolong sedikit saja, parno gitu kan, jadi benar-benar keep checking ke sahabat, Jikalau ada yang sobek terus langsung diselotip. Itu sebenarnya agak ribet karena tiap kali lihat bolong langsung cari selotip dan pasang dulu," ujarnya.

Menurut Debryna, selama bekerja di Wisma Atlet, para petugas medis tinggal di sana, tidak boleh ke mana-mana dan akan dikarantina 14 hari jikalau tugasnya selesai.

Tidak lupa, ia juga bercerita perihal makanan darurat atau ransum yang disumbangkan oleh Ikatan Dokter Indonesia. Ia menceritakan bagaimana makan dan rasa ransum.

"Jadi masaknya di dalam kotak ini, ada nasinya juga. Terus ini rasa nasi sambel goreng daging. Jadi di dalamnya ada dagingnya. Enak kok, beneran enak saya tidak bohong," ujar Debryna yang selalu tersenyum.

Apa yang dirindukan Debryna?

Ia mengaku kangen dengan keadaan dunia seperti dulu, seperti jalan-jalan ke luar dan mengunjungi restoran yang baru buka.

"Virus itu tidak bisa dilihat, bahkan waktu masuk dalam tubuh kita saja kita tidak tahu. Sampai akhirnya kita tiba-tiba sakit dan menular. Terus terang waktu teman-teman saya tanya bagaimana rasanya mau masuk ke Wisma Atlet itu, saya takut sih."

Ia pun berpesan ke pada masyarakat untuk tinggal di rumah, dan jaga jarak.

"Kami, tenaga medis, istilahnya bagaimana cara meminimalisasikan apa yang sudah terjadi. Pasien yang sudah terinfeksi bagaimana caranya supaya dia bisa terselamatkan. Tapi poinnya di sini kan, bagaimana tidak bisa tersebar?"

(hel)

Comments