Cek Fakta: Tidur Ngorok Terjadi karena Kelelahan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Cek Fakta: Tidur Ngorok Terjadi karena Kelelahan

Cek Fakta: Tidur Ngorok Terjadi karena Kelelahan

KEPONEWS.COM - Cek Fakta: Tidur Ngorok Terjadi karena Kelelahan BANYAK orang mengatakan mendengkur atau mengorok biasa terjadi ketika seseorang merasa kelelahan. Memang, mendengkur juga lazim ditemukan pada mereka yang mempunyai berat badan lebih atau obesitas. Te...

BANYAK orang mengatakan mendengkur atau mengorok biasa terjadi ketika seseorang merasa kelelahan. Memang, mendengkur juga lazim ditemukan pada mereka yang mempunyai berat badan lebih atau obesitas.

Tentu saja, mendengkur dapat mengganggu pasangan dan banyak sekali masalah kesehatan lainnya. Lantas, apakah benar bila orang kelelahan akan mendengkur?

Dokter spesialis indera pendengaran, hidung, tenggorokan (THT) konsultan kepala dan leher di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Niken Lestari P. mengingatkan agar tidak menyepelekan mendengkur atau mengorok karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya memunculkan masalah pada kardiovaskular.

Tak hanya itu, mendengkur juga bisa berdampak pada masalah pernapasan (mudah terserang selesma), masalah serebrovaskular (stroke), gangguan kualitas hidup (adanya risiko jatuh, kecelakaan), serta masalah kognitif (gangguan konsentrasi dan daya ingat).

mendengkur

Kualitas dan kuantitas tidur pun bisa terganggu karena mendengkur. Akibatnya, mereka yang mendengkur dapat mengalami gangguan pada fungsi dan aktivitasnya sehari-hari.

"Kalau seseorang mengalami perubahan kuantitas dan kualitas tidur, maka dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi dan aktivitas sehari-hari, oleh karena itu langkah awal yang penting untuk dilakukan merupakan mengetahui apa yang menyebabkan gangguan tidur tersebut," kata Niken dalam siaran pers RSUI.

Seseorang mendengkur biasanya karena dua karena adalah adanya kelainan di otak dan adanya gangguan saluran napas atas (penyempitan hidung-tenggorok). Gangguan saluran napas dapat terjadi karena adanya perubahan struktur (cuping hidung jatuh, tenggorok makin panjang), serta adanya perubahan fungsi otot tenggorok yang melemah.

Comments