Cegah Kerumunan, Kemenkes Pangkas Alur Pelayanan Vaksinasi

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Cegah Kerumunan, Kemenkes Pangkas Alur Pelayanan Vaksinasi

Cegah Kerumunan, Kemenkes Pangkas Alur Pelayanan Vaksinasi

KEPONEWS.COM - Cegah Kerumunan, Kemenkes Pangkas Alur Pelayanan Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyederhanakan alur pelayanan vaksinasi Covid-19 dari sebelumnya 4 meja jadi 2 meja. Hal ini agar masyarakat lebih mudah dan cepat mendapatkan vaksin. Pemangkasan 4 m...

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyederhanakan alur pelayanan vaksinasi Covid-19 dari sebelumnya 4 meja jadi 2 meja. Hal ini agar masyarakat lebih mudah dan cepat mendapatkan vaksin.

Pemangkasan 4 meja alur pelayanan menjadi 2 meja juga dikatakan sebagai bentuk komitmen Kemenkes dalam menyediakan layanan yang efektif dan efisien untuk masyarakat. Kebijakan ini pun diambil untuk meminimalisir kerumunan karena alur yang panjang.

Vaksinasi Covid-19

"Jadi, alur vaksinasi sekarang itu terbagi dalam 2 meja adalah meja 1 untuk skrining dan vaksinasi, serta meja 2 untuk pencatatan dan observasi," kata Koordinator Substansi Imunisasi Asik Surya, dalam keterangan resminya, Selasa (4/5/2021).

Selain 2 meja itu, sambung Asik, ada juga ruang tunggu untuk menunggu sasaran atau calon penerima vaksin yang datang. Di ruang tunggu tersebut akan ada petugas mobile yang akan melakukan pengecekan sasaran melalui pedulilindungi.id dan membagikan kerta kendali yang harus diisi oleh sasaran.

"Setelah dari ruang tunggu, peserta menuju meja 1. Di meja ini, setelah peserta menjalani skrining kesehatan dan dinyatakan layak vaksin, maka dapat langsung diberikan vaksin di meja tersebut," ungkap Asik.

Petugas selanjutkan akan mengisi hasil dari skrining dan vaksinasi di kertas kendali. Lalu, di meja 2 petugas akan menginput kertas kendali ke dalam Pcare, observasi serta cetak kartu vaksinasi.

"Pemangkasan jumlah meja dari 4 menjadi 2 ini mempermudah calon penerima vaksin karena meja yang harus dilalui lebih sedikit, pengoperasian Pcare juga jadi lebih mudah karena hanya memakai 1 user, serta mengurangi penumpukan orang," tambahnya.

Lebih lanjut, Prima Yosephine, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan memaparkan, penyederhanaan ini telah diujicobakan di 4 provinsi, di antaranya di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

"Dari hasil monitoring dan evaluasi, Kemenkes telah melakukan perbaikan. Oleh karenanya, sistem ini sudah mulai disosialisasikan ke seluruh masyarakat Indonesia per 3 Mei 2021 dengan masa transisi selama 2 minggu," papar Prima.

(DRM)

Comments