Cara Mudah Deteksi Pneumonia pada Anak di Rumah

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Cara Mudah Deteksi Pneumonia pada Anak di Rumah

Cara Mudah Deteksi Pneumonia pada Anak di Rumah

KEPONEWS.COM - Cara Mudah Deteksi Pneumonia pada Anak di Rumah MASYARAKAT Indonesia tentu sering mendengar penyakit bernama pneumonia. Penyakit ini mungkin tidak terlalu booming, akan tetapi banyak sekali masyarakat yang meninggal dunia karena mengidap pneumonia....
Loading...

MASYARAKAT Indonesia tentu sering mendengar penyakit bernama pneumonia. Penyakit ini mungkin tidak terlalu booming, akan tetapi banyak sekali masyarakat yang meninggal dunia karena mengidap pneumonia.

Sebagian besar balita yang tinggal di ibu kota dan sering terpapar dengan udara luar berpolusi, risiko sesak napas kemungkinan sering dialami. Kalau sesak napas sudah mulai menyerang, jangan anggap remeh. Segeralah periksakan diri buah hati Kamu ke dokter, bisa jadi penyakit yang diderita ialah pneumonia.

Sebagaimana diketahui pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini biasanya menyerang balita dan menyumbang penyebab kematian terbanyak kedua pada anak setelah diare.

Pneumonia merupakan radang paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas. Bahkan, dalam beberapa kasus yang parah, pneumonia bisa sampai menyebabkan kematian.

Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diam-Diam Mematikan

Sebenarnya ada beberapa ciri yang bisa dilihat untuk menentukan seseorang anak mengalami pneumonia. Menurut dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K), cara mendeteksi seorang anak yang mengalami pneumonia tidak begitu sulit, dan bahkan tidak memerlukan keterampilan khusus.

Cara paling mudah dan sederhana ialah menghitung jumlah frekuensi napas sang anak. Tentunya setiap usia mempunyai batasan frekuensi napas yang berbeda pula. Anak dengan usia kurang dari dua bulan mempunyai batas frekuensi napas sebanyak 60 kali, anak berusia 2-12 bulan sebanyak 50 kali sementara 1-5 tahun sebanyak 40 kali.

Jadi cara mudahnya ialah menghitung batasan frekuensi napas sang anak. Caranya dengan meletakkan tangan di atas dada sang anak dan rasakan berapa hentakan napas penderita dalam satu menit. Bila jumlahnya sesuai dengan batas frekuensi napas, kemungkinan positif, terang dr. Darmawan saat berjumpa dengan Okezone, Kamis (29/11/2018).

deteksi pneumonia

Tentunya masih ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mendeteksi seorang anak mengalami pneumonia. Caranya ialah dengan melihat reaksi fisik yang ditunjukkan sang anak.

Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh Disertai Sesak, Waspada Terkena Pneumonia!

dr. Darmawan mengatakan penderita pneumonia akan merasa sesak, sehingga mereka akan mengambil napas dalam-dalam. Frekuensi napas mereka akan berubah menjadi cepat dan terasa berat di setiap tarikannya.

Cara melihatnya paling mudah merupakan dengan memperhatikan cuping hidung sang anak. Jikalau terlihat kembang kempis, itu kemungkinan pneumonia. Selain itu cekungan pada dada (chest retraction) juga akan terlihat pada saat bernapas. Beberapa tanda inilah merupakan ciri dari pneumonia.

Jadi kalau sudah sesak, napas dalam, napas cepat dan berat, dan bernapas hingga cuping hidungnya kembang kempis, atau cekung dadanya terlihat (chest retraction) ini merupakan ciri pneumonia, lanjut dr, Darmawan.

dr. Darmawan juga mengajurkan para balita yang sudah mempunyai gejala tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit. Hal ini untuk menghindari kondisi anak yang semakin parah.

Jikalau pnemonia masih ringan bisa rawat jalan, tapi kalau sudah berat harus rawat inap dan diberi oksigen. Jikalau semakin berat harus diberikan obat-obatan khusus, pereda nyeri, infus dan lain-lain, tuntasnya.

(hel)

Loading...

Comments