Buruh migran 'dieksploitasi' di Jepang: 'Uang lembur saya tak pernah dibayar sejak 2015'

Internasional

News / Internasional

Buruh migran 'dieksploitasi' di Jepang: 'Uang lembur saya tak pernah dibayar sejak 2015'

Buruh migran 'dieksploitasi' di Jepang: 'Uang lembur saya tak pernah dibayar sejak 2015'

KEPONEWS.COM - Buruh migran 'dieksploitasi' di Jepang: 'Uang lembur saya tak pernah dibayar sejak 2015' BBC berbicara dengan pekerja migran yang mengaku bekerja berlebihan dengan bayaran kurang untuk membuat pakaian dengan merk internasional yang terkenal. Mereka berada di bawah skema imigrasi pemerinta...
Loading...

BBC berbicara dengan pekerja migran yang mengaku bekerja berlebihan dengan bayaran kurang untuk membuat pakaian dengan merk internasional yang terkenal.

Mereka berada di bawah skema imigrasi pemerintah, yang kini mendapat sorotan karena besarnya laporan eksploitasi yang dilakukan perusahaan Jepang berdasar skema ini.

Zhang berumur 51 tahun, ia jauh lebih tua ketimbang para pekerja magang lainnya. Rambutnya abu-abu diikat ke belakang. Ia seorang penjahit berpengalaman, datang ke Jepang beberapa tahun lalu.

Niatnya untuk mencari uang buat pernikahan anaknya dan mengumpulkan uang untuk membeli rumah.

Ketika pemerintah Jepang membuka kesempatan program magang untuk pekerja yang lebih tua, Zhang mendaftarkan diri dengan gembira.

Pekerja China di Jepang, ZhangBBC Zhang, seorang penjahit asal China duduk di ruang tengah di tempat penampungan migran di mana ia bekerja sambil menyusun kasus untuk menuntut majikannya.

Tahun 2015 ia mendapat pekerjaan menjahit di sebuah perusahaan kecil, tapi pekerjaannya sangat berat.

"Saya bekerja sangat keras, sampai kepala saya sakit dan kaki saya bengkak," katanya. "Malam hari saya menangis karena sakit kepala."

Zhang mengaku mulai bekerja jam 6.30 pagi dan selesai lepas tengah malam. Di enam bulan pertama ia mengaku tak boleh cuti barang sehari.

"Majikan saya berkata, lebih banyak saya produksi, lebih besar uang saya dapat. Maka saya pun kerja sangat keras."

Sekitar setahun setengah, ia baru sadar bahwa lemburnya tak pernah dibayar. Menurutnya, majikannya mengambil gajinya tiap bulan, dan berjanji akan memberinya suatu hari.

Comments