Bulan Ramadan, BPJS Kesehatan Sebut Jumlah Orang Sakit Menurun

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Bulan Ramadan, BPJS Kesehatan Sebut Jumlah Orang Sakit Menurun

Bulan Ramadan, BPJS Kesehatan Sebut Jumlah Orang Sakit Menurun

KEPONEWS.COM - Bulan Ramadan, BPJS Kesehatan Sebut Jumlah Orang Sakit Menurun SEBAGIAN masyarakat mendadak menjalani gaya hidup sehat saat puasa. Buktinya klaim penyakit BPJS Kesehatan selama Ramadan menurun. Rupanya tren tersebut menjadi salah satu ciri khas selama Ramadan. BP...
Loading...

SEBAGIAN masyarakat mendadak menjalani gaya hidup sehat saat puasa. Buktinya klaim penyakit BPJS Kesehatan selama Ramadan menurun.

Rupanya tren tersebut menjadi salah satu ciri khas selama Ramadan. BPJS Kesehatan mengapresiasi masyarakat yang jarang ke puskesmas atau rumah sakit saat Ramadan.

Asisten Deputi Direksi Bidang Pengelolaan Faskes Rujukan Beno Herman mengungkapkan, selama puasa orang terbukti lebih sehat. Jumlah kedatangan pasien JKN-KIS berkurang di sejumlah faskes.

"Tren dari tahun ke tahun, pas puasa itu orang lebih sehat. Orang datang ke rumah sakit itu berkurang, apalagi klaim penyakit gastriris atau dispepsia sangat sedikit," ucap Beno saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Ini Penyakit Paling Boros Habiskan Anggaran BPJS Kesehatan

 Mereka harus dapat obat dan terapi lebih lanjut agar kondisi tubuhnya tetap stabil.

Sementara kunjungan pasien yang rajin, sebut Beno, hanya pasien dengan penyakit kronis. Mereka harus dapat obat dan terapi lebih lanjut agar kondisi tubuhnya tetap stabil.

Meski di saat Ramadan, klaim penyakit yang berkaitan dengan pencernaan menurun, justru saat Lebaran nanti diprediksi akan meningkat lagi. Hal tersebut sebenarnya dapat diantisipasi asalkan pola hidup masyarakat tetap sama seperti Ramadan.

"Tapi H+7 nanti tren penyakit bisa balik lagi. Gastritis atau malah kolesterol bisa naik. Faktornya bisa dari pola makan atau kelelahan," tambah Beno.

Di samping itu, sambung Beno, pergeseran pindah faskes juga akan terlihat pada Ramadan ini. Karena banyak orang mudik Lebaran, malahan dengan kondisi penyakit yang hampir serupa.

(mrt)

Comments