Buka Lowongan Kerja di Mars, Elon Musk Tuai Kritikan

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Buka Lowongan Kerja di Mars, Elon Musk Tuai Kritikan

Buka Lowongan Kerja di Mars, Elon Musk Tuai Kritikan

KEPONEWS.COM - Buka Lowongan Kerja di Mars, Elon Musk Tuai Kritikan Elon Musk. (YouTube/ Neuralink) Elon Musk punya rencana besar tidak hanya membawa manusia ke Mars. Namun juga membangun koloni manusia di Planet Merah tersebut...

Elon Musk. (YouTube/ Neuralink)

Elon Musk punya rencana besar tidak hanya membawa manusia ke Mars. Namun juga membangun koloni manusia di Planet Merah tersebut. Namun rencana ini mendapatkan kritikan belum lama ini.

Bos SpaceX ini ini merencanakan membungun koloni manusia di Mars dengan menempatkan setidaknya satu juta orang pada 2050, memakai pesawat luar angkasa yang bisa mengangkut 1.000 orang sekaligus.

Ini ialah tugas menantang. Elon Musk sebelumnya menyarankan penggunaan nuklir Mars untuk membebaskan karbon dioksida yang terperangkap di bawah permukaan planet untuk menghangatkannya.

Terlepas dari bagaimana cara Musk membuat Mars menjadi lebih aman untuk ditinggali manusia, banyak orang bertanya kepadanya perihal masalah sosiologis dalam membangun koloni di planet baru, seperti bagaimana masyarakat di sana bekerja dan apakah akan ada sistem moneter.

Beragam impian Elon Musk mengenai kehidupan manusia di Planet Merah tersebut kerap kali dibagikannya ke sosmed.

Cuitan Elon Musk soal koloni di Mars. [Twitter]Cuitan Elon Musk soal koloni di Mars. [Twitter]

Dalam salah satu utas Twitter, seorang warganet bertanya wacana kriteria seperti apa yang akan dipilih untuk masyarakat Mars.

"Harus sedemikian rupa sehingga setiap orang dapat pergi kalau mereka mau, dengan pinjaman tersedia untuk mereka yang tidak punya uang," jawab Elon Musk.

Menyebut soal pinjaman, warganet kembali bertanya apakah peminjam akan diminta untuk melunasinya. Balasan Musk mengindikasikan bahwa peminjam dapat melunasi dengan bekerja di Mars.

"Ya, akan ada banyak pekerjaan di Mars!" balas Elon Musk lagi.

Meskipun beberapa orang menganggap ini sebagai langkah positif untuk memungkinkan anggota masyarakat yang lebih miskin mempunyai kesempatan pergi ke Mars, banyak orang menganggapnya sebagai hutang yang akan terus mengikuti ke planet asing dan menjadikan itu sebagai koloni penjara debitur antarplanet pertama umat manusia.

Planet Mars. (Wikipedia/NASA)Planet Mars. (Wikipedia/NASA)

Cuitan Elon Musk pun mendapat banyak kritik.

"Perbudakan kontrak dilarang dengan Amandemen ke-13. Tapi kurasa Konstitusi tidak akan berlaku di Mars," tulis seorang kritikus di Twitter.

Walaupun masalah bagaimana masyarakat baru akan diorganisir tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat, hal itu tetap menimbulkan pertanyaan menarik untuk masa depan.

Saat ini, Musk terikat oleh Perjanjian Luar Angkasa. Sebagian dari pernyataan ini menyebutkan bahwa sama seperti hukum maritim yang berlaku untuk perairan internasional, para pelancong luar angkasa juga akan terikat pada hukum negara tempat mereka mengibarkan benderanya.

Dengan kata lain, koloni manusia di Mars akan tunduk pada undang-undang Amerika Serikat wacana perbudakan kontrak, yang dilarang pada 1833. Tetapi, bagaimana hukum akan ditegakkan di planet baru masih harus didiskusikan kembali. ( Lintang Siltya Utami).

Comments