Budaya Tak Lazim Sepakbola Indonesia, Kompetisi Vs Kepentingan Timnas

Sepakbola

Sports / Sepakbola

Budaya Tak Lazim Sepakbola Indonesia, Kompetisi Vs Kepentingan Timnas

Budaya Tak Lazim Sepakbola Indonesia, Kompetisi Vs Kepentingan Timnas

KEPONEWS.COM - Budaya Tak Lazim Sepakbola Indonesia, Kompetisi Vs Kepentingan Timnas Kompetisi berlangsung di tengah jeda internasional, pemandangan yang sering terlihat dalam sepakbola Indonesia. Acap kali, dari musim ke musim, jadwal kompetisi bentrok dengan jeda internasional dan...


Kompetisi berlangsung di tengah jeda internasional, pemandangan yang sering terlihat dalam sepakbola Indonesia.

Acap kali, dari musim ke musim, jadwal kompetisi bentrok dengan jeda internasional dan berimbas pada keluhan dari banyak sekali klub. Konflik kepentingan pun muncul.

Itu terlihat di jeda internasional yang berlangsung pada 8 hingga 16 Oktober 2018. Kompetisi Liga 1 masih berlangsung, di saat bersamaan Timnas menggelar pemusatan latihan dan uji coba kontra Myanmar (10 Oktober 2018) serta Hong Kong (16 Oktober 2018).

Alhasil, beberapa klub harus melepas pemain-pemainnya ke Timnas. Kewajiban ini membuat segelintir klub mengeluh.

Sriwijaya FC contohnya. Mereka mengalami krisis pemain setelah Esteban Vizcarra, Zulfiandi, Alberto Goncalves, Syahrian Abimanyu, dan Samuel Christianson, dipanggil ke Timnas senior dan U-19.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid, menyatakan pihaknya kini hanya punya 17 pemain yang siap tampil di kompetisi, imbas dari pemanggilan tersebut. Mereka pun berniat melempar surat peminjaman pemain ke PSSI.

Girangnya Bek MU Lakoni Debut di Timnas Indonesia

Liga 1 Tak Libur di FIFA Matchday, Klub Mau Tarik Pemain dari Timnas

Pelatih Myanmar Akui Kalah Kelas dari Indonesia

Pesepak bola Timnas Indonesia Alberto Goncalves melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Langkah Sriwijaya pun belakangan ingin diikuti Persebaya Surabaya. Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, menuturkan ingin memanggil Irfan Jaya untuk membela klub melawan Borneo FC.

"PSSI, sebagai ibu dari anggotanya, tak ingin hanya bersahut-sahutan lewat media. Kami sudah tahu masalahnya dan akan diselesaikan dalam rumah tangga secara tertutup, bersama-sama," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, kepada awak media.

"Kami yang tahu masalah dengan anggota dan cari jalan terbaik demi menyelesaikannya," lanjut dia.

Comments