Bu, Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Bu, Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak

Bu, Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak

KEPONEWS.COM - Bu, Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak Menjadi orang tua ialah pekerjaan tersulit di dunia. Bayi tidak lahir dilengkapi buku petunjuk pengarahan, sedangkan orang tua menghadapi puluhan bahkan ratusan pilihan yang harus diambil terkait cara...
Loading...

Menjadi orang tua ialah pekerjaan tersulit di dunia. Bayi tidak lahir dilengkapi buku petunjuk pengarahan, sedangkan orang tua menghadapi puluhan bahkan ratusan pilihan yang harus diambil terkait cara asuh anak mereka. Dan setiap pilihan ada konsekuensinya.

Di sisi lain, kemudahan mengakses berita melalui internet dan sosmed membuat orang tua semakin sering dijejali berita. Dari banyaknya berita perihal metode asuh anak, tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa metode tertentu paling tepat untuk anak Kamu. Maka, Kamu yang harus memastikan, metode yang dipilih ialah paling sesuai.

Sayangnya, dalam memastikan telah menerapkan metode asuh yang sesuai, orang tua sering melakukannya dengan cara membandingkan dengan orang tua lain. Demi meyakinkan diri, mereka menghakimi orang tua yang menempuh metode lain. Alhasil, muncullah komentar-komentar seperti di atas. Tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Bahkan orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kamu, para artis misalnya, ikut dibandingkan.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Karena tidak ada sistem penghargaan eksternal yang nyata, kita selalu merasa tidak cukup puas, apa pun yang telah dilakukan. Kompetitif dengan ibu lainnya tanpa disadari bisa menjadi cara untuk membuktikan bahwa yang kita lakukan sudah benar, urai Mary Beth McClure, terapis keluarga dan pernikahan berlisensi dari California, AS.
Berhadapan dengan orang tua kompetitif tidak menyenangkan. Apalagi bila Kamu tidak pandai berargumen. Kalau terbawa perasaan, Kamu bisa stres, sedih hingga menyalahkan diri sendiri. Nah, ini 4 cara yang bisa ditempuh dalam menghadapi mompetitor.

Menyugesti Diri

Mungkin Kamu tidak bisa melawan argumen para mompetitor yang pandai bersilat lidah. Kalau ada orang lain membuat Kamu tidak nyaman dengan gaya asuh yang Kamu terapkan, McClure menyarankan Kamu menyugesti diri dengan hal positif. Situasi seperti itu hanya membutuhkan apa yang saya sebut 'suara baik' dalam praktik saya, yaitu mengingatkan diri sendiri bahwa kita semua sudah melakukan yang terbaik semampu kita dalam setiap momen yang ada, urai McClure.

Mengingatkan

Mompetitor sering kali tidak bermaksud menyakiti, hanya saja tidak menyadari apa yang dikatakan memengaruhi suasana hati orang lain. Mereka harus diingatkan, apa yang mereka katakan mungkin menyakiti orang lain, saran McClure.

Jangan Terpengaruh Media Sosial

Bentengi diri Kamu terhadap apa yang Kamu lihat di sosmed. Pikirkan soal sifat alami medsos. Orang, terutama para mompetitor, tidak akan mengunggah sesuatu yang negatif wacana anak mereka, jadi ingatlah bahwa ada sisi lain di balik kehidupan di medsos yang tidak Kamu lihat. Bila ada mompetitor yang terus membuat Kamu merasa tidak nyaman, tidak usah mengikuti atau membuka akun medsosnya, semudah itu, bilang McClure.

Percayalah kepada Anak

Sesungguhnya yang tahu apakah yang Kamu lakukan sudah benar, ya Kamu dan anak. Yakinlah pada intuisi Kamu dan perkuat dengan pendapat anak, terutama bila anak sudah bisa diajak berkomunikasi. Mintalah anak berpendapat dan mengutarakan pengalaman mereka, apa saja hal yang menyenangkan dan tidak dalam kehidupan mereka. Dengan cara ini, Kamu bisa mengevaluasi hal apa yang bisa terus dilakukan dan apa yang harus diubah dari gaya asuh Kamu, pungkas McClure.

(riz)

Rekomendasi

Loading...

Comments