Brasil Membangun Patung Yesus Setinggi 43 Meter yang Lebih Tinggi dari Patung Kristus Penebus Seiring Krisis Covid-19 di Negara Tersebut Berlanjut

Unik

Ragam / Unik

Brasil Membangun Patung Yesus Setinggi 43 Meter yang Lebih Tinggi dari Patung Kristus Penebus Seiring Krisis Covid-19 di Negara Tersebut Berlanjut

Brasil Membangun Patung Yesus Setinggi 43 Meter yang Lebih Tinggi dari Patung Kristus Penebus Seiring Krisis Covid-19 di Negara Tersebut Berlanjut

KEPONEWS.COM - Brasil Membangun Patung Yesus Setinggi 43 Meter yang Lebih Tinggi dari Patung Kristus Penebus Seiring Krisis Covid-19 di Negara Tersebut Berlanjut Pembangunan monumen kedua patung Yesus Kristus sedang berlangsung di Brasil, dengan patung baru membentang lebih tinggi dari Patung Kristus Penebus yang terkenal di Rio de Janeiro. Patung, yang akan d...

Pembangunan monumen kedua patung Yesus Kristus sedang berlangsung di Brasil, dengan patung baru membentang lebih tinggi dari Patung Kristus Penebus yang terkenal di Rio de Janeiro.

Patung, yang akan diberi nama Christ the Protector (Yesus Pelindung), akan berdiri setinggi 43 meter termasuk pondasinya yang akan selesai pada akhir tahun ini, menjadikannya salah satu patung Kristus tertinggi di dunia.

Patung Kristus Penebus, yang telah menjaga Rio de Janeiro selama 90 tahun tahun ini, berukuran tinggi 38 meter termasuk pondasinuya, dan membentang sepanjang 28 meter dari tangan ke tangan.

Proyek yang akan menelan biaya sekitar 2 juta real (sekitar Rp 5 miliar) ini dikoordinasikan oleh Association of the Friends of Christ, dimaksudkan untuk mendorong pariwisata di Kota Encantado, dan menginspirasi iman.

proyek yang dibiayai dari hasil donasi dan berlangsung dari tahun 2019 tersebut di awasi oleh Genesio dan Markus Moura, yang merupakan ayah dan anak.

Adroaldo Conzatti, politisi dan walikota yang menyusun gagasan itu, meninggal pada Maret karena komplikasi virus corona.

Ide ini terjadi ketika kematian terkait covid di Brasil telah meningkat menjadi 345.000, menjadikannya negara kedua setelah Amerika Serikat yang mempunyai kasus kematian tertinggi di dunia.

Satu dari empat kematian karena Covid-19 minggu ini saja tercatat di Brasil, menambahkan hingga sekitar 4.000 kematian per hari.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro sedang menunggu hasil penyelidikan dari Senat yang bertanggung jawab atas penanganan wabah tersebut, di mana dia bandingkan dengan flu ringan tahun lalu, mengabaikan para ahli kesehatan yang menyarankan protokol berjaga jarak dan pemakaian masker wajah.

Hakim Agung Luis Roberto Barroso mengatakan di awal pekan ini, cukup banyak senator yang telah menandatangani persetujuan atas penyelidikan yang akan dilakukan perihal tanggapan pemerintah soal pandemi.

Bolsonaro menuduh hakim berpolitik dan menambahkan bahwa penyelidikan itu merupakan keadaan manipulatif antara Barroso dengan sayap kiri anggota senat untuk melemahkan pemerintah.

Upaya vaksinasi Brasil sejauh ini sangat bergantung pada vaksin Coronavac, yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd.

Vaksin tersebut telah sering dikritik oleh Bolsonaro, yang secara lisan menyerang pemerintah yang berusaha melakukan lockdown di negara itu.

Di Sao Paulo, di mana gubernurnya mengkritik presiden, ia memutuskan untuk melonggarkan peraturan pembatasan meskipun masih banyak rumah sakit yang sedang berjuang untuk menangani beban kasus.

Para pejabat mengatakan bahwa penurunan pelayanan dalam rawat inap merupakan dampak dari keputusan untuk membuka kembali toko yang menjual bahan bangunan, melanjutkan layanan take-out di resturants dan memulai kembali laga sepak bola tanpa penonton.

Di tempat lain, di Kota Rio de Janeiro, bar, restoran, dan mal sekarang dapat melanjutkan layanan secara langsung.(lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Comments