BPA Dianggap Sebabkan Masalah Kesehatan, Dokter: Belum Ada Bukti!

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

BPA Dianggap Sebabkan Masalah Kesehatan, Dokter: Belum Ada Bukti!

BPA Dianggap Sebabkan Masalah Kesehatan, Dokter: Belum Ada Bukti!

KEPONEWS.COM - BPA Dianggap Sebabkan Masalah Kesehatan, Dokter: Belum Ada Bukti! Bahaya mengonsumsi air minum dalam kemasan galon yang rentan terkontaminasi bisphenol-A (BPA) menjadi satu hal yang cukup meresahkan masyarakat....

Bahaya mengonsumsi air minum dalam kemasan galon yang rentan terkontaminasi bisphenol-A (BPA) menjadi satu hal yang cukup meresahkan masyarakat.

BPA merupakan zat yang terdapat dalam kemasan, biasanya kaleng atau plastik. Fungsinya untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga bisa digunakan ulang. Komposisi BPA dalam wadah atau kaleng ini sangat kecil, dan tidak mudah untuk terurai.

Disebutkan, jikalau paparan BPA yang melebihi ambang batas berpotensi mengancam kesehatan berupa bahaya gangguan endokrin seperti infertilitas (gangguan kesuburan), gangguan kehamilan, gangguan ginjal, dan jantung, serta tumor yang dipengaruhi oleh hormon seperti kanker payudara dan prostat.

Ilustrasi galon. (Elements Envanto)Ilustrasi galon. (Elements Envanto)

Namun, pandangan berbeda disebutkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, M-Epid. Menurutnya, terkait dengan gangguan endokrin, pada dasarnya semua bahan kimia memang bersifat endocrine disruptors, yaitu komponen kimiawi yang bisa mengganggu fungsi sistem endokrin dan reproduktif dalam tubuh kita.

Waspada! Ini Penyakit yang Mengintai di Balik Konsumsi Gula Berlebih

"Tapi untuk menimbulkan gangguan metabolisme dan endokrin, butuh kadar yang sangat besar dalam satu waktu secara bersamaan. Dalam banyak sekali review study, penggunaan bahan kimia dalam keseharian ternyata tidak bisa mencapai ambang yang bisa menyebabkan endocrine disruption, tuturnya dalam diskusi "Kupas Tuntas Polemik Kesehatan Terkait BPA", di Jakarta pada Jumat (30/9/2022).

Dr. Aswin melanjutkan, kandungan BPA dalam galon guna ulang hanya 0,001% dari ambang batas yang bisa mengganggu. Disebutkan, butuh 10 ribu galon dalam satu waktu untuk bisa memberikan efek negatif bagi tubuh.

"Ini kan jumlah yang tidak masuk akal, orang mengonsumsi 10 ribu galon dalam sejali waktu dia punya. Sangat kecil potensinya. Terkait hal ini, memang tidak perlu khawatir untuk memakai galon sehari-hari, ujarnya.

Secara umum, zat-zat kimia yang masuk ke tubuh akan dibersihkan melalui banyak sekali mekanisme. Misalnya melalui detoksifikasi di liver (hati), dan dibuang oleh ginjal melalui urin.

"Ada banyak jalur pembuangan zat kimia dari tubuh kita. Untuk BPA, akan didetoks di liver. Jadi dalam jumlah kecil tidak berbahaya karena akan didetoksifikasi, sehingga tidak masuk ke peredaran darah, tutur dr. Aswin.

Tips Kesehatan Keluarga ala dr. Zaidul Akbar, Resep Sederhana Khasiat Luarbiasa

Dengan kata lain, BPA yang masuk ke tubuh sehari-hari dalam jumlah kecil tidak akan terakumulasi, sehingga potensinya sangat minim untuk bisa menimbulkan endocrine disruption.

Comments