Bocah 10 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Menyedihkan Setelah Diikat di Kandang Hewan, Makan Makanan Hewan dan Kotoranya Sendiri Selama 2 Tahun

Unik

Ragam / Unik

Bocah 10 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Menyedihkan Setelah Diikat di Kandang Hewan, Makan Makanan Hewan dan Kotoranya Sendiri Selama 2 Tahun

Bocah 10 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Menyedihkan Setelah Diikat di Kandang Hewan, Makan Makanan Hewan dan Kotoranya Sendiri Selama 2 Tahun

KEPONEWS.COM - Bocah 10 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Menyedihkan Setelah Diikat di Kandang Hewan, Makan Makanan Hewan dan Kotoranya Sendiri Selama 2 Tahun Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun diselamatkan oleh pihak berwenang setelah dia ditemukan terikat pada tiang di sangkar hewan dan dibiarkan makan pakan kambing dan kotorannya sendiri selama 2 ta...

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun diselamatkan oleh pihak berwenang setelah dia ditemukan terikat pada tiang di sangkar hewan dan dibiarkan makan pakan kambing dan kotorannya sendiri selama 2 tahun.

Anak laki-laki itu dilaporkan diikat ke tiang di sangkar hewan di rumah orangtuanya.

Dia ditinggalkan di sana dengan makan makanan kambing dan kotorannya sendiri selama 2 tahun berturut-turut.

Jibril Aliyu, bocah lelaki itu, diikat di tiang kayu di daerah Badariya di Birnin Kebbi, Nigeria.

Dia tinggal di antara kambing dan ayam, sementara ayah dan 2 ibu tirinya bersama dengan 17 saudara kandungnya tinggal dengan nyaman di sebuah rumah.

Setelah mendapat berita, sebuah lembaga pembela hak asasi manusia datang untuk menyelamatkan bocah malang itu.

Hamza Attahiru, ketua tim penyelamat, mengungkapkan bahwa bocah tersebut hidup dalam kondisi yang mengerikan setelah kematian ibunya 2 tahun lalu.

Tak lama kemudian, ayah dan ibu tiri dari anak laki-laki tersebut telah diciduk.

DSP Nafi u Abubakar, juru bicara tim penyelamat, mengatakan penangkapan itu dilakukan setelah bocah itu ditemukan.

Seorang saudara laki-laki Jibril mengatakan bahwa anak laki-laki itu dirantai ke sebuah tiang karena dia menderita epilepsi.

Keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka harus menjual rumah dan mobil untuk membiayai pengobatan epilepsi anak tersebut.

Abubakar Bagudu, Gubernur Negara Bagian Kebbi, telah memerintahkan penyelidikan penuh atas insiden tersebut. (yn)

Sumber: allindiaroundup

Comments