Blakblakan Soal Penghasilan Komika, Cukup Buat Apa dari Stand Up Comedy?

Unik

Ragam / Unik

Blakblakan Soal Penghasilan Komika, Cukup Buat Apa dari Stand Up Comedy?

Blakblakan Soal Penghasilan Komika, Cukup Buat Apa dari Stand Up Comedy?

KEPONEWS.COM - Blakblakan Soal Penghasilan Komika, Cukup Buat Apa dari Stand Up Comedy? Komika seperti Coki Pardede, Gilang Bhaskara dan Muslim, blak-blakan soal penghasilan yang mereka terima dari dunia komedi. Menurut mereka, penghasilan cukup untuk memenuhi kehidupan diri sendiri. "Un...

Komika seperti Coki Pardede, Gilang Bhaskara dan Muslim, blak-blakan soal penghasilan yang mereka terima dari dunia komedi. Menurut mereka, penghasilan cukup untuk memenuhi kehidupan diri sendiri.

"Untuk menjawab pertanyaan itu, kalau cuma sendiri belum berkeluarga cuma untuk jajan-jajan cukup. Tapi kalau punya anak, punya istri, ada mertua, ah sulit. Tapi kalau cuma untuk sendiri jajan-jajan, nonton, makan, lebih sih," aku Coki Pardede di Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis (8/3).

Penghasilan para komika belum terlalu besar karena komedi di Indonesia belum mendapat penghargaan seperti yang seharusnya. Coki mengatakan, seharusnya show para komika dan konser musik kedudukannya sejajar. Tiket show dua profesi tersebut seharusnya sama atau mirip.

Bahkan dikatakannya, proses kreatif komika jauh lebih berat dibandingkan dengan musisi. Tanggung jawab sosialnya juga lebih berat. Bila tidak berhati-hati dalam membawakan materi, bisa berujung pada pidana. Misalnya seperti yang dialami Joshua Suherman.

Joshua Suherman salah satu komik yang sempat tersandung masalah hukum (Seno / Tabloidbintang)

Joshua Suherman salah satu komik yang sempat tersandung masalah hukum (Seno / Tabloidbintang)

"Materi komedi yang sama maksimal dibawakan cuma 2 kali. Kalau lebih dari itu orang-orang pasti protes. Sementara penyanyi lagunya berkali-kali dibawain enggak ada yang protes," paparnya.

"Jadi komik itu harus selalu membawakan materi yang baru. Belum lagi mau dilaporkan ke polisi kalau dianggap menyinggung," sambung Coki Pardede.

"Padahal itu kan sangat relatif ya. Kita bilang Bekasi jauh bisa aja ada yang tersinggung. Kami memang tidak bisa memuaskan semua orang," timpal Gilang.

(man / wida)

Penulis Abdul Rahman Syaukani

Editor Wida Kriswanti



Loading...

Comments