Bikin Label Rekaman, Ferry Ardiansyah Temukan Bakat pada Sosok Aldiv

Music - Movies - TV

Updates / Music - Movies - TV

Bikin Label Rekaman, Ferry Ardiansyah Temukan Bakat pada Sosok Aldiv

Bikin Label Rekaman, Ferry Ardiansyah Temukan Bakat pada Sosok Aldiv

KEPONEWS.COM - Bikin Label Rekaman, Ferry Ardiansyah Temukan Bakat pada Sosok Aldiv Ferry Ardiansyah diam-diam punya kesibukan baru di luar aktivitasnya sebagai pemain sinetron. Ferry mendirikan label rekaman yang ia beri nama Dumeca Records. Ferry Ardiansyah menjalankan peran sebag...

Ferry Ardiansyah diam-diam punya kesibukan baru di luar aktivitasnya sebagai pemain sinetron. Ferry mendirikan label rekaman yang ia beri nama Dumeca Records.

Ferry Ardiansyah menjalankan peran sebagai produser musik. Ferry memperkenalkan penyanyi muda asal Pacitan, Jawa Timur, Aldiv, sebagai talenta pertama yang lahir dari labelnya. Aldiv merilis single perdana berjudul "Tinggalkan Rasa".

"Ini hari bersejarah. Kami ingin meramaikan industri musik lewat Dumeca Records dan Aldiv," kata Ferry Ardiansyah di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/1).

Ferry Adriansyah mengatakan dirinya menemukan bakat Aldiv melalui sosmed. Ferry mengaku kagum melihat perjalanan benyanyi Aldiv.

Aldiv pernah menjuarai Pop Singer Bigo dan finalis ajang pencarian bakat lagu ciptaan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dia punya karakter suara yang kuat. Potensi Aldiv di industri musik Indonesia sangat besar. Saya punya rencana besar buat Aldiv, dimulai lewat single perdana ini," ujar Ferry Ardiansyah.

Aldiv sendiri sangat bersemangat untuk menapaki karier di industri musik Indonesia. Aldiv berharap bisa menggapai kesuksesan seperti penyanyi idolanya, Tiara Andini.

"Aku mengidolakan dan mengagumi Tiara Andini. Perjalanan kariernya terus aku ikuti. Semoga aku bisa sepertinya di industri musik," tandasnya.

(ari)

Komentar ialah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Comments