Bernostalgia Sambil Menyesap Kopi Khas Padang Peranakan

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Bernostalgia Sambil Menyesap Kopi Khas Padang Peranakan

Bernostalgia Sambil Menyesap Kopi Khas Padang Peranakan

KEPONEWS.COM - Bernostalgia Sambil Menyesap Kopi Khas Padang Peranakan Ketenaran Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai surga masakan Tanah Air tentu tidak perlu diragukan. Sebut saja Rendang, makanan yang sempat dinobatkan sebagai salah satu makanan terbaik di dunia. Belu...
Loading...

Ketenaran Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai surga masakan Tanah Air tentu tidak perlu diragukan. Sebut saja Rendang, makanan yang sempat dinobatkan sebagai salah satu makanan terbaik di dunia. Belum lagi, Dendeng Balado, Sate Padang, hingga soto.

Tapi bagaimana dengan kopi? Ternyata masyarakat Padang, khususnya bagi warga Peranakan, punya tradisi unik dalam menyesap kopi. Hal ini diungkapkan General Manager PT Artisan Masakan Nusantara, Santi Sandra Widjaja, yang juga tumbuh besar di daerah Peranakan, di Padang, Sumatera Barat.

"Goh Leng, itu daerah China Town di Padang, ada salah satu daerah di sana. Di sana banyak keturunan Tionghoa yang terbiasa ngopi. Mereka senang menikmati kopi dari pagi hingga sore dengan memakai es (kopi es Padang)," kata Santi saat ditemui di Kopi Goh Leng, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.

Tradisi dini kemudian membentuk sebuah kultur minum kopi tersendiri di Padang. Tradisi itu yang kemudian diboyong ke Jakarta oleh Kopi Goh Leng yang merupakan bagian dari restoran Marco Padang.

Tempat ini memadukan tradisi minum kopi masyarakat Tionghoa di Padang dengan budaya modern. Tradisi tersebut dikemas dengan sentuhan modern yaitu dengan membawanya ke lokasi yang mempunyai ambience kekinian dan disajikan dengan gelas wine.

"Kopi yang jual di sini bedanya kita ganti dengan gelas wine. Kami terinspirasi dengan sebuah tempat di Milan, Italia yang menjual kopi dengan gelas wine. Gelas wine sendiri kan memang didesain agar aroma wine itu lebih terasa, begitupun dengan kopi," kata Santi.

Untuk biji kopi yang digunakan sendiri ialah kopi robusta yang memang didatangkan langsung dari Padang. Semua proses mulai dari roasting hingga dilakukan di Padang dengan proses yang masih tradisional. Hal ini tidak lain untuk menjaga otentitas dari kopi itu sendiri.

Menu kopi di Kultur Haus Surabaya.

Beda Rasa Kopi Gunung Halu dan Abyssinia Aceh, Coba di Kafe Ini

Rahmat Fatrianto, barista asal Kota Makassar

Barista Makassar Wakili Indonesia ke Ajang World Coffee Event 2 Berlin

Promosi kopi Indonesia di Yunani.

Kopi Indonesia Bidik Pasar Yunani, Genjot Ekspor

Diproses tradisional

"Dalam pembuatannya, kopi es Padang kami memakai kopi robusta dari Sumatera yang di proses secara tradisional dan khas adalah dengan Nanyang style sehingga memberikan aroma kuat pada kopinya dan juga warnanya yang menghitam. Racikan Kopi Es Padang ini pun terbilang unik karena dimasak dengan memakai teko tembaga yang menjadi ciri khas pedagang kopi di Kota Padang," kata dia.

Kudapan martabak di kopi Padang

Untuk menemani menyesap kopi, beberapa kudapan khas tempo dulu seperti martabak kelapa juga ditawarkan di sini. Konon, menurut Santi, di Padang martabak ini sudah jarang ditemukan. Sehingga kehadiran martabak ini menjadi nostalgia tersendiri bagi para penikmatnya.

Sementara itu, harga untuk segelas kopi padang berkisar antara Rp34 ribu hingga Rp36 ribu. Sedangkan untuk side dish berkisar dari Rp20 ribu hingga Rp45 ribu saja. Selain dapat dinikmati di outlet, Kopi Goh Leng juga menyediakan kemasan khusus Kopi Goh Leng to go untuk pesanan take away atau pesan antar sehingga dapat dinikmati di manapun.

Melalui cita rasa otentik dan kudapan khas seperti martabak kelapa, kami ingin dapat membawa konsumen kami menjelajahi cita rasa tempo dulu. Namun kami juga tidak melupakan untuk menciptakan suasana serta nuansa kedai kopi yang modern," tutur Santi.

Loading...

Comments