Bermain Pura-pura dengan Anak, Sederhana namun Kaya Manfaat

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Bermain Pura-pura dengan Anak, Sederhana namun Kaya Manfaat

Bermain Pura-pura dengan Anak, Sederhana namun Kaya Manfaat

KEPONEWS.COM - Bermain Pura-pura dengan Anak, Sederhana namun Kaya Manfaat Dengan bermain pura-pura, anak mengembangkan kemampuan berbahasa, berfantasi, kemampuan meyakinkan orang lain (lewat peran), dan kemampuan memahami ide, tema cerita, serta simbol, urai Russ. Permai...
Loading...

Dengan bermain pura-pura, anak mengembangkan kemampuan berbahasa, berfantasi, kemampuan meyakinkan orang lain (lewat peran), dan kemampuan memahami ide, tema cerita, serta simbol, urai Russ. Permainan pura-pura juga membuat anak bisa memahami ekspresi positif dan negatif, sehingga mereka dapat berempati terhadap orang lain dan situasi sekitar.

Hal penting lain dari permainan pura-pura, anak berinteraksi dengan orang lain. Tidak seperti mainan berbentuk benda apalagi komputer yang membuat anak asyik sendiri, bermain pura-pura membutuhkan aksi dan reaksi. Anak akan mempelajari bahwa aksi mereka akan menimbulkan reaksi, sebaliknya juga akan mengenali reaksi seperti apa yang pas untuk aksi tertentu misalnya reaksi sebagai dokter saat melihat pasien mereka kesakitan.

Bermain ialah kegiatan integral untuk menumbuhkan anak yang sehat dan pandai menyesuaikan diri. John Goodwin, CEO Lego Foundation dan mantan kepala bagian keuangan The Lego Group mengatakan, Dengan membantu anak banyak bermain, berarti Kamu mempersiapkan mereka untuk masuk ke dunia kerja dan masyarakat luas, kata Goodwin.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Jangan Malas Mengajak Anak Bermain

Di sisi lain, dalam kehidupan keluarga modern, bermain pura-pura semakin jarang dilakukan. Dalam studi yang digagas pusat penelitian Edelman Intelligence di AS, sebanyak 56 persen responden dari 12.710 orang tua di 10 negara mengatakan, anak-anak mereka menghabiskan waktu kurang dari satu jam per hari untuk bermain di luar ruangan. Lalu apa yang dilakukan anak ketika berada di dalam rumah? Bermain ponsel, permainan video, dan tablet. Di samping itu, orang tua mengakui, kegiatan sekolah dan les yang padat menyita waktu bermain anak.

Benar, anak butuh pendidikan akademis. Namun mereka juga butuh dididik menjadi manusia. Kita semua berusaha membuat anak lebih baik dalam menguasai komputer, tetapi anak-anak kita tidak perlu lebih kaku daripada komputer itu sendiri, kata Kathy Hirsh-Pasek, professor psikologi dan pakar bermain dari Universitas Temple, Pennsylvania, AS. Orang tua sering kali mengabaikan pentingnya kemampuan anak dalam bernegosiasi dengan orang lain, mengeksplorasi dunia, dan menemukan ide baru. Padahal hal-hal semacam ini harus dilakukan lebih baik oleh manusia daripada komputer dan bermain membantu anak mengembangkan kemampuan itu, tegas Pasek.

Jangan malas mengajak anak bermain! Apalagi kegiatan bermain pura-pura bisa dipupuk semenjak anak masih bayi, sebelum mereka bisa bicara atau bergerak aktif. Caranya, dengan banyak mengajak anak bicara, memaparkan hal-hal yang ada di sekitar anak, dan kebiasaan membacakan buku atau menceritakan dongeng sebelum tidur. Tidak sulit, hanya butuh komitmen.

(riz)

Rekomendasi

Loading...

Comments