Berikut 5 Ketentuan Kunci Pelaksanaan PTM Terbatas, Apa Saja?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Berikut 5 Ketentuan Kunci Pelaksanaan PTM Terbatas, Apa Saja?

Berikut 5 Ketentuan Kunci Pelaksanaan PTM Terbatas, Apa Saja?

KEPONEWS.COM - Berikut 5 Ketentuan Kunci Pelaksanaan PTM Terbatas, Apa Saja? KASUS positif Covid-19 yang menurun secara drastis membuat pemerintah kembali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah PPKM level 1-3. PTM terbatas ini sengaja dilakukan untuk mengura...

KASUS positif Covid-19 yang menurun secara drastis membuat pemerintah kembali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah PPKM level 1-3. PTM terbatas ini sengaja dilakukan untuk mengurangi potensi learning loss yang banyak dialami para siswa.

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) @lawancovid19_id, Kamis (16/9/2021), tercatat setidaknya ada 91% (490.217) dari 540 ribu sekolah yang sudah boleh melakukan PTM terbatas.

sekolah tatap muka

Meski demikian, untuk melakukan PTM terbatas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berikut lima ketentuan kunci pelaksanaan PTM terbatas.

1. Memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan jumlah maksimal peserta didik per kelas.

SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan maksimal 18 peserta kelas (lk. maks. 50%).

SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB, dan SMLB, MALB: maks 5 peserta kelas (lk. maks. 62-100%).

PAUD: maks. 5 peserta kelas (lk. maks. 33%).

2. Jumlah baru dan jam PTM terbatas dilakukan dengan shift.

3. Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan:

Memakai masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai atau masker bedah yang menutup hidung dan mulut sampai dagu.

Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan.

Menerapkan etika batuk dan bersin.

4. Harus dalam kondisi sehat dalam menjalankan PTM terbatas:

Kondisi terkontrol kalau mengidap penyakit penyerta (komorbid).

Tidak mempunyai gejala Covid-19, termasuk bagi orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

5. Kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan. Misalnya: kantin, olahraga, ekstrakulikuler, pertemuan orangtua, dan sebagainya.

(DRM)

Comments