Berencana Menikah Muda? Ini yang Harus Dipersiapkan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Berencana Menikah Muda? Ini yang Harus Dipersiapkan

Berencana Menikah Muda? Ini yang Harus Dipersiapkan

KEPONEWS.COM - Berencana Menikah Muda? Ini yang Harus Dipersiapkan Sementara Kelsey Torgerson, terapis dan pekerja sosial klinis dari AS yang memfokuskan diri pada masalah perilaku, perceraian, dan hubungan antar pasangan mengatakan usia 25 tahun merupakan saat yang...
Loading...

Sementara Kelsey Torgerson, terapis dan pekerja sosial klinis dari AS yang memfokuskan diri pada masalah perilaku, perceraian, dan hubungan antar pasangan mengatakan usia 25 tahun merupakan saat yang tepat menikah, karena pada usia ini dianggap pemikiran seseorang sudah matang. Menikah sebelum usia 20 tahun dianggap rentan terhadap perceraian karena keadaan emosional dan pemikirannya umumnya belum matang. Kategori usia dewasa sendiri menurut beberapa teori psikologi berkisar antara 20 sampai 25 tahun.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Akan tetapi di samping angka atau usia kronologi (usia berdasarkan tahun kelahiran), para pakar hubungan menggaris bawahi bahwa kedewasaan psikologis individu serta status psikososialnya terkait kemandirian emosional dan finansial ialah hal penting yang perlu dipahami secara mendalam, kalau ingin pernikahan berhasil. Kamu boleh saja menikah di usia 20an awal yang mana bagi sebagian orang masa kini dianggap masih terlalu muda selama mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Pertama, menurut psikolog Roslina Verauli dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, tanyakan pada diri sendiri dan pasangan, apakah sudah siap menjalin hubungan intin yang langsung? Dalam pernikahan, setiap individu diharapkan bisa membina hubungan yang langsung, artinya hanya melibatkan Kamu dan pasangan. Terutama dalam aktivitas seksual. Lebih tegasnya, tak lagi berganti-ganti pasangan seksual.

Kamu perlu meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu dan mempersiapkan konsekuensi yang disebutkan tadi. Tak lagi berganti-ganti pasangan hingga beberapa puluh tahun ke depan.

Kedua, apakah Kamu atau pasangan sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri? Dalam artian tidak tergantung pada orang tua. April Davis, pakar hubungan dan pemilik agen pencari jodoh di California, AS mengatakan, waktu yang tepat untuk menikah merupakan ketika Kamu sudah bekerja. Ketika menikah dan berumah tangga, akan ada banyak pengeluaran. Apakah cinta saja cukup untuk membayar semua tagihan itu?

Mengandalkan bantuan finansial orang tua untuk sementara waktu? Ujung-ujungnya menurut April bisa menimbulkan masalah dalam pernikahan. Sebaiknya, pastikan Kamu atau pasangan bekerja. Di usia 21 atau 22 tahun seseorang sudah bisa mendapatkan pekerjaan.

Ketiga, apakah Kamu atau pasangan sudah mandiri secara emosional? Artinya tidak lagi bergantung pada orang tua terkait pemenuhan kebutuhan emosional. Ini terkait dengan penghargaan akan diri sendiri, rasa percaya diri, rasa aman dan kontrol terhadap diri sendiri. Kamu bisa membuat keputusan sendiri yang bertanggung jawab, berani mengambil risiko, tahu bagaimana mengendalikan diri. Nyaman dengan diri Kamu sendiri, bilang April. Apakah Kamu dan pasangan sudah masuk dalam kriteria-kriteria yang disebutkan tadi? Bila ya, mungkin Kamu memang sudah siap menikah berapa pun usia Kamu dan pasangan saat ini.

Rekomendasi

Loading...

Comments