Berapa Besar Tingkat Kematian akibat Virus Corona?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Berapa Besar Tingkat Kematian akibat Virus Corona?

Berapa Besar Tingkat Kematian akibat Virus Corona?

KEPONEWS.COM - Berapa Besar Tingkat Kematian akibat Virus Corona? Wabah corona melanda dunia. Banyak kota-kota di dunia sudah melakukan lockdown guna mencegah menyebaran virus corona. Namun seberapa mematikan virus corona bagi umat manusia? Penasihat ilmiah Pemerint...

Wabah corona melanda dunia. Banyak kota-kota di dunia sudah melakukan lockdown guna mencegah menyebaran virus corona. Namun seberapa mematikan virus corona bagi umat manusia?

Penasihat ilmiah Pemerintah Inggris yakin kemungkinan untuk meninggal karena infeksi virus corona ialah antara 0,5% hingga 1%.

Angka ini lebih rendah daripada tingkat kematian dari kasus yang terkonfirmasi yaitu 4% secara global. Ini menurut data yang dikumpulkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

wabah COVID-19

Di Inggris Raya, hingga tanggal 23 Maret, tingkat kematian karena virus corona merupakan sekitar 5%. Ini karena tidak seluruh infeksi dikonfirmasikan melalui tes.

Seperti dilansir BBC, hampir setiap negara punya kebijakan berbeda dalam menentukan siapa yang dites, maka membandingkan jumlah kasus dan tingkat kematian antar negara bisa menghasilkan kesimpulan yang keliru. Ini penjelasan Robert Cuffe, Kepala Badan Statistik Inggris.

Tingkat kematian juga tergantung pada sejumlah faktor seperti umur, kondisi kesehatan secara umum, dan akses ke layanan kesehatan.

Apakah risiko tergantung usia?

Orang tua dan orang yang punya penyakit lebih besar kemungkinan untuk meninggal dunia karena virus corona.

Perkiraan terakhir dari Imperial College London, tingkat kematian hampir 10 kali lipat bagi orang berusia 80 tahun ke atas dan lebih rendah bagi yang berumur di bawah 40 tahun.

Penasihat medis Pemerintahan Inggris, Profesor Chris Whitty mengatakan, meskipun tingkat kematian lebih tinggi bagi orang-orang tua, kebanyakan orang tua hanya akan punya gejala ringan sampai sedang .

Ia juga mengingatkan bahwa infeksi ini tak bisa dianggap remeh bagi orang muda, sembari menyebutkan bahwa banyak orang muda yang terinfeksi dan harus dirawat di unit perawatan intensif.

Jadi, bukan hanya usia yang mempengaruhi risiko infeksi.

Dalam analisis massal untuk lebih dari 44.000 kasus di China, kematian ditemukan lima kali lebih banyak pada orang-orang yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi atau masalah pernapasan.

Seluruh faktor ini berinteraksi satu sama lain dan kita belum tahu gambaran utuh risiko bagi tiap jenis orang di lokasi-lokasi berbeda.

Bahkan ketika pola-pola yang membentuk tingkat kematian di banyak sekali kasus bisa mengungkap siapa yang paling berisiko, tetap saja kita tak bisa tahu risiko pastinya untuk kelompok-kelompok tertentu.

Selanjutnya

Comments