Benarkah Karbohidrat itu Jahat? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Benarkah Karbohidrat itu Jahat? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Benarkah Karbohidrat itu Jahat? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

KEPONEWS.COM - Benarkah Karbohidrat itu Jahat? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsumsi karbohidrat masih menjadi duduk perkara di kalangan kaum hawa. (Foto: Wayan Diananto) Banyak perempuan enggan mengonsumsi nasi putih dengan dalih takut gemuk. Nasi putih dituding sebagai bi...
Benarkah Karbohidrat itu Jahat? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Konsumsi karbohidrat masih menjadi duduk perkara di kalangan kaum hawa. (Foto: Wayan Diananto)

Banyak perempuan enggan mengonsumsi nasi putih dengan dalih takut gemuk. Nasi putih dituding sebagai biang karbohidrat. Karbohidrat itu jahat karena bikin badan gemuk dan membesarkan risiko diabetes. Benarkah demikian? Saat menjadi narasumber gelar wicara "Aging Gracefully" di Casa Gaya Studio Jakarta, pekan ini, spesialis gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, M.Kes., SpGK, menjelaskan karbohidrat terbagi dua yakni kompleks dan simpleks.

"Karbohidrat kompleks lebih sulit dicerna dan dipecah oleh tubuh kita sehingga menimbulkan efek kenyang lebih lama. Saat karbohidrat kompleks dicerna tubuh, hormon insulin keluar dan membantu proses pencernaan lalu diserap lagi oleh sel tubuh. Kalau mengonsumsi karbohidrat simpleks, ia mudah dicerna tubuh dan insulin cepat keluar masuk. Anda akan mudah lapar dan makan lagi," terang Diana kepada tabloidbintang.com.

Karenanya, biji-bijian dan gandum sebagai sumber karbohidrat sangat direkomendasikan. Seiring perkembangan teknologi, banyak yang melirik suplemen untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Suplemen, kata Diana, dibuat dari ekstrak lalu dikemas dalam format kapsul. Ini ada plus minusnya. Minusnya, konsumsi suplemen tidak merangsang enzim alami tubuh untuk bekerja.

"Lain ceritanya kalau Anda makan apel dan pisang misalnya, enzim dari air liur hingga lambung dikeluarkan dan menjalankan fungsi. Jadi selama Anda sehat, disarankan untuk makan menu dalam bentuk asli. Kekurangannya, kadang kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tertentu tidak terpenuhi," sambung Diana.

Untuk vitamin C misalnya, tubuh butuh 60 sampai 90 miligram. Itu terpenuhi bila Anda makan 3 buah jeruk. Masalahnya, mampukah kita mengonsumsi 3 buah jeruk dalam sehari? Sementara ekstrak dalam bentuk kapsul biasanya memiliki dosis lebih tinggi untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Di sinilah, kebijaksanaan Anda dalam mengonsumsi makanan dibutuhkan.

Seiring waktu, tubuh menua. Diana mengingatkan Anda untuk bijak menyikapi penuaan ini. Selain menjaga pola makan, olahraga jangan sampai dilupakan. Bila perlu lakukan perawatan internal untuk menunjang kesehatan maupun penampilan. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia kurang memahami pentingnya perawatan dari faktor internal ini.

Karenanya kampanye "Aging Gracefully" diluncurkan pekan ini. Aging Gracefully diprakarsai pemilik Casa Gaya Studio, Melanie Kartadinata. Ia mengampanyekan menua sehat dengan cara aman. Berdasarkan pengamatan Melanie, masyarakat modern saat ini tergoda janji bisa awet muda dengan cara instan. Mereka kadang rela mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta untuk bisa awet muda.

"Gerakan Aging Gracefully kami perkenalkan pada 27 April 2018. Kami mengundang beberapa narasumber sebagai inisiasi dari gerakan yang tidak hanya dilakukan sekali tapi menjadi rencana tahunan. Harapan saya, di sisa hidup ini kita dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi orang lain. Menua secara sehat bukan hal mustahil, selama kita mau berusaha dan melakukannya," tutupnya.

Rekomendasi

Comments