Begini Suasana Buka Puasa Ramadhan Hari Pertama di Mal Milik Orang Terkaya RI

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Begini Suasana Buka Puasa Ramadhan Hari Pertama di Mal Milik Orang Terkaya RI

Begini Suasana Buka Puasa Ramadhan Hari Pertama di Mal Milik Orang Terkaya RI

KEPONEWS.COM - Begini Suasana Buka Puasa Ramadhan Hari Pertama di Mal Milik Orang Terkaya RI JAKARTA - Mal atau pusat perbelanjaan merupakan salah satu tempat usaha yang paling terdampak ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Beberapa mal akhir-akhir ini kerap sepi pengunjung karena masya...

JAKARTA - Mal atau pusat perbelanjaan merupakan salah satu tempat usaha yang paling terdampak ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Beberapa mal akhir-akhir ini kerap sepi pengunjung karena masyarakat masih takut untuk berkunjung ke sana.

Namun, ketika memasuki bulan Ramadhan umat Muslim kerap mengadakan buka puasa bersama di mal daerah Ibu Kota. Salah satunya seperti di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Seperti diketahui Grand Indonesia dimiliki orang terkaya di Indonesia adalah Budi Hartono dan Michael Hartono melalui Grup Djarum.

Lalu, bagaimana suasana mal yang terletak di jantung Ibu Kota tersebut saat hari pertama Ramadhan 1442 Hijriah?

Berdasarkan pantauan Okezone, Selasa (13/4/2021), protokol kesehatan tetap diberlakukan saat akan mengunjungi daerah tersebut. Setiap pengunjung yang hendak masuk harus melalui diperiksa barang bawaannya, kemudian suhu tubuhnya juga dicek.

MRT Izinkan Penumpang Buka Puasa di Kereta, Ini Syaratnya

Mereka yang bisa masuk harus mengenakan masker, menjaga jarak dan suhu tubuhnya paling maksimal adalah 37,3 derajat celcius. Pemeriksaannya dilakukan secara bergantian tanpa menimbulkan kerumunan.

Memasuki sekitar daerah mal, lalu lalang orang sudah mulai ramai, namun belum sepadat seperti sebelum ada wabah corona. Mereka terlihat hanya jalan-jalan mengitari mal tanpa mampir ke sejumlah toko.

Ada juga beberapa orang terlihat memasuki toko-toko penjualan fesyen, olahraga dan tempat makan. Tapi, kondisi restoran di sana belum menjadi pilihan masyarakat untuk berbuka bersama.

Mal GI

Comments