Begini Panduan Negara-negara di Dunia Bikin Aturan Fintech

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Begini Panduan Negara-negara di Dunia Bikin Aturan Fintech

Begini Panduan Negara-negara di Dunia Bikin Aturan Fintech

KEPONEWS.COM - Begini Panduan Negara-negara di Dunia Bikin Aturan Fintech Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia memperkenalkan 12 elemen kesepakatan yang ditujukan untuk membantu negara-negara anggotanya guna bisa secara maksimal memanfaatkan perkembangan teknolo...

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia memperkenalkan 12 elemen kesepakatan yang ditujukan untuk membantu negara-negara anggotanya guna bisa secara maksimal memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya di sektor teknologi keuangan (fintech). Ke-12 elemen tersebut merupakan hasil dari The Bali Fintech Rencana.

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, memaparkan, ke-12 elemen tersebut disaring dari pengalaman para anggota IMF. Yang mencakup tema-tema yang berkaitan secara luas untuk mengimplementasikan fintech secara global, memastikan ketahanan sektor keuangan, mengatasi risikonya, dan mempromosikan kerja sama internasional di sektor tersebut.

"Setidaknya terdapat 1,7 miliar orang di dunia ini yang tidak dapat mengakses layanan keuangan. Fintech mempunyai dampak yang kuat terhadap sektor sosial dan ekonomi untuk mereka dan seluruh masyarakat secara umum," kata Lagarde di Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

"Semua negara berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari (fintech), di saat yang sama juga berusaha untuk memitigasi risikonya. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama internasional yang hebat untuk menggapai hal itu, dan memastikan bahwa revolusi fintech memberikan manfaat bagi orang banyak," ungkapnya.

Dengan adanya 12 elemen tersebut, diharapkannya bisa untuk menjadi acuan bagi negara-negara anggotanya untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang baik. Khususnya dalam rangka untuk memanfaatkan perkembangan fintech.

Adapun ke-12 elemen kesepakatan tersebut yaitu, memanfaatkan fintech dengan tepat, memberi ruang bagi teknologi baru untuk meningkatkan penyediaan layanan keuangan, dan memperkuat kompetisi serta komitmen untuk membuka dan membebaskan pasarnya. Kemudian, mengarahkan perkembangan fintech untuk mempromosikan keuangan inklusif dan mengembangkan pasar.

Kembangkan Fintech di Indonesia, Jokowi Pakai Cara Bill Clinton

Dorong Inklusi Keuangan, Pemerintah Pangkas Aturan Penghambat Fintech

Optimalisasi Fintech Bisa Bantu Genjot Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen

Selanjutnya, memonitor perkembangan dan memperdalam pemahaman terkait sistem keuangan, mengadaptasi kerangka kebijakan dan praktik yang sudah lebih baik untuk mengembangkan stabilitas fintech, menjaga integritas sistem keuangan, memodernisasi kerangka hukumnya, memastikan stabilitas moneter dan sistem keuangan domestik.

Di samping itu, juga harus mengembangkan infrastruktur keuangan dan data yang kuat untuk mempertahankan manfaat fintech, mendorong kerja sama internasional dan sharing berita, serta meningkatkan pengawasan kolektif terhadap sistem moneter dan keuangan internasional.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, The Bali Fintech Rencana tersebut bahkan bisa untuk menjadi kerangka pendukung tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya bagi negara-negara yang berpendapatan rendah.

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) dan Juru Bicara Grup Bank Dunia David Theis (kiri) memberikan konferensi pers terkait Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center, Kawasan Nusa Dua, Bali

"Negara-negara dunia meminta akses yang lebih dalam ke pasar keuangan, dan Bank Dunia akan fokus untuk memberikan solusi fintech yang meningkatkan layanan keuangan, mengurangi risiko, dan mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif yang stabil," paparnya.


Loading...

Comments