Begini ekspedisi kuliner ala Gordon Ramsay, mengulik tradisi lokal

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Begini ekspedisi kuliner ala Gordon Ramsay, mengulik tradisi lokal

Begini ekspedisi kuliner ala Gordon Ramsay, mengulik tradisi lokal

KEPONEWS.COM - Begini ekspedisi kuliner ala Gordon Ramsay, mengulik tradisi lokal Di dunia masakan, nama Gordon Ramsay sudah tidak asing. Chef selebriti ini dikenal lewat banyak sekali program televisi popular seperti Hell's Kitchen, The F Word, Kitchen Nightmares dan MasterChef. P...
Loading...

Di dunia masakan, nama Gordon Ramsay sudah tidak asing. Chef selebriti ini dikenal lewat banyak sekali program televisi popular seperti Hell's Kitchen, The F Word, Kitchen Nightmares dan MasterChef. Pria kelahiran Skotlandia yang juga dikenal sebagai pengusaha jaringan restoran Micheline Star ini rencananya bakal menyajikan program terbarunya bersama National Geographic. Ya nggak jauh-jauh dari dunia masakan sih, tapi dengan kemasan yang berbeda sekaligus menegangkan.

Program baru bertajuk Gordon Ramsay: Uncharted ini akan menyuguhkan petualangan pria yang sejatinya bercita-cita jadi pemain bola itu menjelajahi sejumlah negara di banyak sekali benua. Di setiap episodenya Ramsay akan menyajikan petualangan unik mulai dari Peru, Laos, Maroko, Hawaii, Alaska, hingga Selandia Baru. Disetiap negara yang dikunjungi, ia akan menjelajahi budaya makanan, mempelajari bahan-bahan lokal serta legenda dan tradisi masakan.

Gordon Ramsay © 2019

Di Laos misalnya, ia menjelajahi hutan lebat untuk merasakan telur semut penenun. Bahkan ia juga menyelam melalui perairan berbahaya untuk berburu siput dan serangga air raksasa. Hal serupa juga ia lakukan di Selandia Baru di mana ia berburu belut dengan tangan kosong memakai teknik tradisional Maori bersama seorang nelayan setempat.

Ia juga bekerja sama dengan pengumpul lokal untuk memanen hasil tangkapan paling mematikan di Maui dengan alat buatan sendiri dan spearfishing dengan penyelam legendaris Kimi Werner di Hawaii. Lalu ia mendaki muka batu yang tipis saat badai salju dengan penjelajah lokal untuk memanen tumbuhan asli di Alaska. Sementara di Maroko, Ramsay harus menuruni air terjun untuk bertemu pemburu jamur lokal. Yang nggak kalah ekstrem saat ia harus menggantung di tebing untuk mengejar cacing kaktus, makanan lezat di Peru.

Gordon Ramsay © 2019

Tayangan ini semakin menarik karena Ramsay akan menyusuri lembah-lembah, menyelam ke lautan, melintasi hutan serta mendaki gunung demi inspirasi masakan. Ia juga bertemu penduduk asli di seluruh dunia untuk mempelajari budaya, hidangan, dan rasa yang unik di setiap lokasi. Setiap bahan yang dia dapat dan cicipi menginspirasi resep baru yang mewakili jantung budaya setempat.

Setiap episode diakhiri Ramsay menantang dirinya dengan legenda makanan lokal yang menguji keterampilan barunya. Mereka akan memasak dan berpesta bersama penduduk asli. Bagi Ramsay, makanan ialah pintu gerbang ke budaya, dan setiap petualangan ialah pintu gerbang ke jiwa orang dan tempat.

Gordon Ramsay © 2019

Ini merupakan perjalanan yang luar biasa dengan menempuh jalan tak tertandingi bersama National Geographic dan terhubung dengan penduduk setempat untuk belajar dan membuatkan kisah luar biasa perihal tradisi unik, hidangan lezat dan panjang yang diharapkan untuk memanen bahan-bahan asli. Saya banyak belajar dari serial ini daripada pengalaman yang saya miliki dalam 10 tahun terakhir, kata Ramsay dalam keterangan resminya.

Serial ini akan ditayangkan secara global di 172 negara dan 43 bahasa. Nah untuk episode perdana di Indonesia dan Asia Tenggara akan tayang pada 22 Juli 2019 pukul 09.00 WIB dengan pengulangan di hari yang sama pada pukul 21.00 WIB.

Di episode perdana Ramsay memperlihatkan petualangannya menjelajah Lembah Suci Inca di Peru sambil menunggangi sepeda motor untuk menemukan masakan tradisional dataran tinggi. Ia juga bercengkrama dengan budaya dan penduduk lokal.

Gordon Ramsay © 2019

Bukan cuma itu, ia menjelajah tebing, merasakan ikan di danau dataran tinggi serta merasakan makanan lezat setempat seperti cacing goreng, kentang warna-warni yang langka, dan marmut sebelum menguji keterampilan barunya dengan koki lokal legendaris Virgilio Martinez.

Marketing Representative FOX Networks Group Indonesia Indira Christiani mengatakan Gordon Ramsay: Uncharted merupakan tayangan berbobot yang dapat dinikmati keluarga di Indonesia.

National Geographic selama ini dikenal sebagai saluran yang menyajikan tayangan edukatif yang berbobot dan dapat dinikmati keluarga di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi pilihan penonton untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga di rumah, memberikan berita dengan cara yang menyenangkan, jelas Indira saat ditemui di Jakarta usai screening episode kedua Gordon Ramsay: Uncharted di Selandia Baru, Rabu (17/7).

Yang jelas, Gordon Ramsay: Uncharted bukan sekadar tayangan perjalanan, tapi juga menampilkan petualangan ke tempat-tempat eksotis di banyak sekali negara di dunia, lengkap dengan budaya dan tradisi masakan yang unik dan terkadang ekstrem.

Recommended By Editor
Loading...

Comments