Begini cara yang harus dijalankan UMKM agar tahan banting saat pandemi

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Begini cara yang harus dijalankan UMKM agar tahan banting saat pandemi

Begini cara yang harus dijalankan UMKM agar tahan banting saat pandemi

KEPONEWS.COM - Begini cara yang harus dijalankan UMKM agar tahan banting saat pandemi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Salah satu penyebabnya karena sebagian besar UMKM masih menerapkan pola usaha tradisional. Merek...

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Salah satu penyebabnya karena sebagian besar UMKM masih menerapkan pola usaha tradisional. Mereka kurang memanfaatkan teknologi digital.

Padahal di masa pandemi saat ini, platform digital bisa membantu perusahan bertahan dari terjangan krisisi. Alasan inilah yang membuat Bank Mandiri berupaya mendorong kebangkitan UMKM dengan mengajak mereka menyesuaikan diri di masa pandemi. Terutama dengan memanfaatkan platform digital sebagai outlet penjualan.

Bank Mandiri punya peran sebagai agent development, mengembangkan UMKM. Karena di masa krisis karena dampak pandemi, tentunya pertama kali yang kena UMKM, kata Aquarius Rudianto Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri dalam webinar bertajuk Digital Marketing: Taktik Mendapatkan Konsumen dan Meningkatkan Penjualan, belum lama ini.

Aquarius mengatakan Mandiri terus berupaya membantu para nasabah pebisnis ini dengan menyediakan transaksi bebas biaya, hingga mendorong transaksi digital. Ia mengatakan pergeseran transaksi ke jalur digital ini terjadi baik di sisi penjual maupun konsumen. Aquarius berharap fitur-fitur online di mandiri bisa dimanfaakan para pebisnis, termasuk pinjaman yang bisa diajukan secara online. Kalau mau pinjam Rp 100 juta, di Mandiri dalam waktu maksimal 15 menit bisa sampai disburse, kata Aquarius memaparkan program Pinjaman Tanpa Ribet (Pintar).

Tips dari Praktisi

UMKM Digital    2020

Dalam webinar tersebut, Digital Creator Ndorokakung mengatakan sosmed merupakan sumber berita utama bagi warga +62, sehingga sangat bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sosmed bisa memberikan data wacana perilaku konsumen, ini penting bagi brand, tambahnya.

Selain itu sosmed sangat ramah bagi pebisnis. Meski demikian perlu taktik jitu untuk memanfaatkan sosmed dalam marketing. Yang pertama ialah menetapkan tujuan, mau brand awareness, mau meningkatkan sales, atau mencari lead, atau apa. Kemudan KPI-nya apa, apakah mau meningkatkan trafict ke web, apakah lead atau sales, dan seterusnya, jelas Ndorokakung.

Selanjutnya perlu menetapkan sasaran pasar yaitu kalangan mana, usia, jenis kelamin, di perkotaan atau perdesaan, kelompok pesepeda atau pengguna mobil. Alasannya adalah, ini akan menentunkan konten yang cocok untuk sasaran market.

Selanjutnya, karena sosmed jenisnya maka brand harus memilih sesuai dengan barang jual. Apakah brand cocok memakai Tik-Tok misalnya, kita tahu Tiktok banyak digunakan anak muda, gen Z, tambahnya.

Sedangkan untuk konten, salah satu tipsnya harus menjawab kebutuhan konsumen. Kedua konten mudah diakses, makin mudah diakses dan mudah disebarkan akan meningkatkan engagement, lanjutnya.

UMKM Digital    2020

Selain itu bisa juga memanfaatkan influencer. Cara inilah yang dimanfaatkan aktor Ben Joshua yang kini menjadi pebisnis masakan. Ben memulainya dengan memberi merek sambal yang dijual yang selaras dengan namanya, yaitu Ben Cabe. Di entertaiment mesti jaga nama, karena bisa dimanfaatkan untuk usaha, katanya.

Ben mengakui nama itu bisa mendongkrak penjualan. Ben juga mengajak influencer lain untuk menarik para pembeli. Meski demikan Ben memilih tidak memasarkan Ben Cabe di akun pribadinya. Tadi juga saya dengar di sini (webinar ini) perlu memisahkan akun usaha dan akun pribadi, tambahnya.

Lebih dari itu kata Ben, penting meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memberi kemudahan akses ke penjual. Antara lain dengan memberi kontak yang jelas dan mudah dihubungi.

Sementara Daniel Minardi, Head of Brand Management and Digital Product Sohpee Indonesia mengatakan penting bagi para penjual memaparkan secara detail produknya karena akan membangun kepercayaan konsumen. Ketika pembeli membaca, oh ini ternyata produknya seperti ini, dan ketika produk ini diterima, dan sesuai maka ini akan meningkatkan kepercayaan, tambah Daniel.

Tips lainnya merupakan merespons dengan cepat pertanyaan pembeli. Ketika pembeli itu chat, maka sebenarnya secara intensi sudah cukup, mereka hampir membeli, lanjutnya.

Secara marketing kata Daniel perlu juga memanfaatkan promosi di sosmed dan fitur-fitur promosi dalam e-commerce. Dainel memberi saran, para pemasar semenjak awal menentukan chanel, misalnya toko online. Yang kedua menetapkan digital ads-nya, ketika teman-teman telah menetapkan memilih Instragrams atau Facebook, perlu difokuskan, tambahnya.

Dengan fokus, pemasar akan bisa memaksimalkan semua manfaat yang ada dalam digital ads tersebut. Juga penting memperhatikan Search Engine Optimism SEO, seperti tema yang dibahas dalam webinar Program Mandiri Dagang Untung (MDU), sebuah program pengumpulan poin dari transaksi dan penempatan dana yang dapat ditukarkan dengan hadiah langsung dengan mekanisme lelang, atau mekanisme lain yang ditetapkan bagi kluster pe-Dagang Bank Mandiri.

Recommended By Editor

Comments