Begini antusias pengunjung saat gala premier film Night Bus

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Begini antusias pengunjung saat gala premier film Night Bus

Begini antusias pengunjung saat gala premier film Night Bus

KEPONEWS.COM - Begini antusias pengunjung saat gala premier film Night Bus Belum lama ini, film karya anak bangsa yang bertema thriller telah diputar di bioskop. Film garapan sutradara Emil Heradi dan Rahabi Mandra yang berjudul Night Bus menyajikan warna baru dalam perfilma...

Belum lama ini, film karya anak bangsa yang bertema thriller telah diputar di bioskop. Film garapan sutradara Emil Heradi dan Rahabi Mandra yang berjudul Night Bus menyajikan warna baru dalam perfilman Indonesia.

Pada 1 April lalu, gala premier film ini di gelar di XXI Epicentrum, Kuningan. Antusias penonton sangat tinggi, sehingga para penyelenggara mengadakan empat sesi penayangan film. Namun akhirnya, semua sesi nonton itu diputar berbarengan di pukul 10.00 WIB. Meski penonton harus menunggu hingga malam, tak menyurutkan niat pengunjung untuk tetap menunggu film itu diputar.

Seperti yang dialami Agnes, perempuan asal Jakarta yang rela menunggu lama dengan jadwal yang sudah ditentukan.

"Nggak sesuai jadwal sih, tapi aku nggak apa-apa nunggu karena penasaran filmnya," ujarnya kepada belum lama ini.

Pada gala premier itu, dihadiri oleh para pemain film Night Bus seperti Yayu Unru, Toro Margens, Tio Pakusadewo, Rifnu Wikana, Lukman Sardi dan Donny Alamsyah, dengan wajah baru seperti Arya Saloka, Edward Akbar, Hanna Prinantina, Laksmi, Agus Nuramal, Messi Gusti, Arief Nilman, dan masih banyak lagi.

Film yang di produseri Darius Sinatriya ini bercerita perihal perjalanan bus malam menuju kota Sampar yang hancur yang akan terjadi konflik separatis selama bertahun-tahun. Kisah berawal di terminal keberangkatan kota Rampak, di mana penumpang sudah beberapa hari menunggu jalur dibuka setelah pecahnya konflik dan kontak senjata antara pasukan Samerka (Sampar Merdeka) dengan aparat pemerintah.

Kekerasan demi kekerasan dialami para penumpang, mulai dari tentara pemerintah maupun pemberontak, sparatis bersenjata, senjata menyalak, darah berceceran dan nyawa penumpang pun satu persatu melayang.

Penumpang memiliki tujuan masing-masing. Ada sekadar pulang bertemu dengan keluarga, berziarah, menyelesaikan urusan pribadi, atau mencari kehidupan yang lebih baik.

Teror semakin mencekam dan situasi begitu menegangkan ketika bus diberhentikan oleh kelompok bandit perang yang sadis dan bengis. Nyawa dipertaruhkan, tidak ada yang tahu siapa akan bertahan hidup atau mati menjadi korban.

Nah, bagi kamu yang ingin menyaksikan film ini, sudah tayang lho di bioskop semenjak 6 April 2017 lalu.

(tin)

Comments