Bayi di India Lahir dengan Sindrom Putri Duyung Langka

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Bayi di India Lahir dengan Sindrom Putri Duyung Langka

Bayi di India Lahir dengan Sindrom Putri Duyung Langka

KEPONEWS.COM - Bayi di India Lahir dengan Sindrom Putri Duyung Langka Jakarta - Pasangan dari Maharashtra, India, dilaporkan pada Senin (21/5) melahirkan bayi dengan kondisi sindrom putri duyung (sirenomelia). Kondisi tersebut merupakan bentuk cacat lahir yang langka di...
Loading...
Jakarta - Pasangan dari Maharashtra, India, dilaporkan pada Senin (21/5) melahirkan bayi dengan kondisi sindrom putri duyung (sirenomelia). Kondisi tersebut merupakan bentuk cacat lahir yang langka di mana sebagian atau seluruh kaki bayi menyatu sehingga sekilas tampak seperti ekor.

Dilaporkan oleh SWNS bahwa sang bayi hanya bisa bertahan hidup selama 15 menit karena mengalami masalah pernapasan. Orang tua yang identitasnya dirahasiakan mengaku sudah tahu bahwa anaknya akan memiliki semacam kecacatan tapi tidak menyangka sindrom putri duyung.

"Ketika melakukan persalinan, kami mengira akan melihat kepala atau kaki yang keluar. Tapi kemudian kami terkejut karena sang bayi memiliki sindrom putri duyung," kata Kepala Dokter Kandungan Ramanand Teerth Rural Medical College, dr Sanjay Bansode, dikutip dari Fox News, Rabu (23/5/2018).

dr Sanjay memperkirakan hanya ada sekitar 300 kasus sindrom putri duyung yang pernah didokumentasikan. Karena begitu langka orang tua bayi setuju mendonasikan jenazah anaknya demi penelitian.

Penyebab pasti sindrom putri duyung sendiri menurut National Organization of Rare Diseases (NORD) belum diketahui. Seringnya anak akan meninggal karena mengalami masalah komplikasi kesehatan.

"Bayi dengan sindrom putri duyung sulit bisa hidup lebih dari 24 hingga 48 jam," kata dr Sanjay.

"Kami sekarang dalam proses mengawetkan tubuh bayi. Orang tua telah setuju untuk mendonasikan jenazah anak mereka demi penelitian para mahasiswa kedokteran," pungkasnya.

(fds/up) Bayi di India Lahir dengan Sindrom Putri Duyung Langka
Loading...

Comments