Bamusi: Kasus India Jadi Pelajaran Penting Istiqomah Jalankan Pancasila

Nasional

News / Nasional

Bamusi: Kasus India Jadi Pelajaran Penting Istiqomah Jalankan Pancasila

Bamusi: Kasus India Jadi Pelajaran Penting Istiqomah Jalankan Pancasila

KEPONEWS.COM - Bamusi: Kasus India Jadi Pelajaran Penting Istiqomah Jalankan Pancasila AFP/NOAH SEELAM Seorang personel polisi menghentikan anggota Partai Komunis India (CPI) untuk membakar patung yang mewakili Menteri Dalam Negeri Uni Amit Shah dan menuntut pengunduran dirinya atas ta...
Loading...
Bamusi: Kasus India Jadi Pelajaran Penting Istiqomah Jalankan Pancasila

AFP/NOAH SEELAM

Seorang personel polisi menghentikan anggota Partai Komunis India (CPI) untuk membakar patung yang mewakili Menteri Dalam Negeri Uni Amit Shah dan menuntut pengunduran dirinya atas tanggung jawab perihal kekerasan di Delhi, selama protes di Hyderabad. Kamis (27/02./2020). Kekerasan sporadis menghantam sebagian kota Delhi semalam, ketika gerombolan berkeliaran di jalan-jalan membuat puing-puing kerusuhan sektarian yang menewaskan 32 orang, ungkap polisi pada (27 Februari 2020). (AFP/NOAH SEELAM)

JAKARTA - Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Yayan Sopyani Al Hadi mengecam aksi kekerasan dan pembakaran masjid di India.

Aksi mematikan terhadap umat Islam di India ini harus segera dihentikan.

"Aksi kekerasan yang berbasis dan bermula dari ideologi, doktrin dan nilai-nilai rasisme tak boleh ada lagi di belahan dunia manapun," kata Yayan saat dimintai padangan terkait dengan aksi kekerasan di India, Jumat (28/2/2020).

Tindak kekerasan ini bermula dari Undang-Undang Kewarganegaraan India.

Kelompok muslim menolak UU kontroversial ini karena dinilai diskriminatif dan rasis.

Yayan Sopyani bersama Ulama Ukraina Yayan Sopyani bersama Ulama Ukraina.

Namun demonstrasi menentang UU ini berujung pada tindak kekerasan kepada umat Islam di India. Umat Islam meninggalkan rumah dan masjid di rusak.

Yayan pun berharap pemerintah Indonesia bisa mengirim nota-protes ke India.

Selain Indonesia merupakan negara sahabat, India pun pasti mau mendengar suara dari Indonesia.

"Indonesia dan India pernah bersama-sama Indonesia dalam menginisiasi Konferensi Asia Afrika dan juga melawan imperialisme. Dan dalam imperilisme senantiasa ada benih rasisme, selain karena motif politik-ekonomi," ungkap Yayan

Yayan menilai semangat anti-rasisme sejatinya mengakar dalam hati orang-orang India. Karena pengalaman pahit India dalam hal ini sudah cukup paniang.

Comments