Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk

Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk

KEPONEWS.COM - Balita di Sragen Meninggal Akibat Kutu Kucing, Kenali Beda Bentolnya dengan Gigitan Nyamuk Kasus gigitan kutu kucing menyebabkan kematian terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Balita bernama Tsamara Khumaira Mariba dinyatakan meninggal dunia setelah gigitan kutu kucing tersebut berubah menjadi tu...

Kasus gigitan kutu kucing menyebabkan kematian terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Balita bernama Tsamara Khumaira Mariba dinyatakan meninggal dunia setelah gigitan kutu kucing tersebut berubah menjadi tumor di jari manis tangan kanannya.

Bicara mengenai gigitan kutu kucing, menurut laman Health Line, hasil gigitannya sangat khas. Benjolan bekas gigitan berukuran kecil berwarna merah. Benjolan itu pun biasanya ada tiga atau empat garis lurus. Benjolan yang muncul pun tidak membesar seperti gigitan nyamuk.

Bekas Gigitan Kutu Kucing

Area yang paling banyak digigit kutu kucing ialah sekitar kaki atau pergelangan kaki. Selain itu, area seperti pinggang, ketiak, dada, selangkangan, lipatan siku, dan lulut.

Sementara itu, gigitan nyamuk menyebabkan bekas bentol yang awalnya kecil bisa berubah besar. Area sekitar gigitan sama, yaitu memerah dan terasa gatal. Selain itu, bentol yang muncul di kulit karena gigitan nyamuk bisa muncul lebih dari satu di sekitaran yang sama.

Bentol

Hal ini bisa terjadi karena nyamuk betina meninggalkan benjolan di kuliy ketika mereka menghisap darah. Pada umumnya, gigitan nyamuk tidak lebih berbahaya daripada gigitan kutu kucing. Tetapi, pada orang dengan sistem kekebalan rendah, ini bisa jadi bahaya.

Penyakit karena gigitan nyamuk yang paling sering terjadi ialah demam berdarah. Risiko paling rendahnya hanya sebatas sakit kepala yang terasa begitu memusingkan.

Untuk mengobati gigitan nyamuk, Kamu bisa menyuci area yang digigit dengan air hangat dan sabun. Kalau gatal terus terjadi dan sangat mengganggu, Kamu bisa balur minyak hangat atau juga kompres air es. Bila diharapkan, bisa meminum antihistamin.

So, mulai sekarang Kamu sebagai orangtua mesti lebih sadar dengan hal seperti ini agar si buah hati tidak mengalami kondisi keparahan sampai akhirnya menggangu kesehatannya. Jangan sepelekan gigitan apapun karena ada risiko di baliknya.

(hel)

Comments