Bali Bukan Lagi Destinasi Nomor 1 Paling Diminati Turis Australia, Posisinya Digeser Tokyo

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Bali Bukan Lagi Destinasi Nomor 1 Paling Diminati Turis Australia, Posisinya Digeser Tokyo

Bali Bukan Lagi Destinasi Nomor 1 Paling Diminati Turis Australia, Posisinya Digeser Tokyo

KEPONEWS.COM - Bali Bukan Lagi Destinasi Nomor 1 Paling Diminati Turis Australia, Posisinya Digeser Tokyo BALI yang selama ini jadi tujuan utama liburan musim panas paling diminati wisatawan Australia, kini telah tergeser dari posisinya. Data terbaru dari grup Expedia yang dipublikasikan di The Austra...

BALI yang selama ini jadi tujuan utama liburan musim panas paling diminati wisatawan Australia, kini telah tergeser dari posisinya.

Data terbaru dari grup Expedia yang dipublikasikan di The Australian menunjukkan bahwa Tokyo menduduki posisi nomor satu sebagai destinasi musim panas yang paling diminati turis Australia. Bali kini tergeser ke peringkat dua, disusul Singapura di peringkat tiga. Osaka dan Kyoto masuk lima besar daftar tersebut.

"Sebelumnya Bali selalu bersaing ketat dengan Fiji dan Hawaii, dengan Bali sering menduduki peringkat pertama. Jadi saya cukup terkejut melihat Tokyo menjadi yang teratas ketika kami menganalisis data kami," kata Direktur Pelaksana Merek Expedia, Daniel Finch seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (2/12/2023).

Perubahan tren ini menunjukkan adanya pergeseran minat dan preferensi liburan musim panas di kalangan warga Australia. Tokyo, dengan daya tariknya yang unik dan beragam, berhasil mengungguli Bali dalam daftar destinasi yang paling diminati bagi wisatawan Australia pada musim panas ini.

Kondisi musim dingin menjadi faktor pendorong besar, dan semakin banyaknya penerbangan langsung ke Jepang.

ilustrasi

Pemerintah Indonesia mengapresiasi hal ini dan mengimbau wisatawan Australia untuk tidak hanya menghargai istiadat istiadat setempat di Bali, tetapi juga menjelajahi lebih banyak negara di luar pulau tersebut.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan lima destinasi potensial yang ingin dikunjungi warga Australia seiring dengan upaya keras untuk mengelola pariwisata di Bali.

Pemerintah Bali juga membuat langkah-langkah baru untuk mengatur pariwisata di Bali, termasuk daftar resmi perilaku yang diperbolehkan atau dilarang bagi wisatawan, penyebaran hotline untuk melaporkan perilaku tidak pantas terhadap wisatawan, serta pembentukan satuan tugas khusus untuk memantau aktivitas orang asing.

Selain itu, mulai 14 Februari 2023, wisatawan mancanegara yang masuk Bali akan dikenakan pajak turis sebesar USD15 atau Rp150.000 sebagai bagian dari upaya mengendalikan pariwisata.

Daniel Finch juga menyoroti pengaruh biaya hidup, makanan, budaya, serta cuaca musim dingin. Tidak mengejutkan, mata uang asing dan kondisi ekonomi menjadi faktor utama. Dengan pelemahan yen, hal ini menjadi faktor yang mendorong minat warga Australia dalam memilih destinasi musim panas.

Follow Informasi Okezone di Google News

(sal)

Comments