Bakal Ada Pelabuhan Udara Pesawat Amfibi di Masalembu Sumenep

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Bakal Ada Pelabuhan Udara Pesawat Amfibi di Masalembu Sumenep

Bakal Ada Pelabuhan Udara Pesawat Amfibi di Masalembu Sumenep

KEPONEWS.COM - Bakal Ada Pelabuhan Udara Pesawat Amfibi di Masalembu Sumenep Pemerintah Kabupaten Sumenep punya mimpi mengembangkan transportasi udara. Selain laut, jalur udara dirasa penting untuk diwujudkan mengingat kabupaten paling ujung timur Pulau Madura itu mempunyai ha...
Loading...

Pemerintah Kabupaten Sumenep punya mimpi mengembangkan transportasi udara. Selain laut, jalur udara dirasa penting untuk diwujudkan mengingat kabupaten paling ujung timur Pulau Madura itu mempunyai hampir seratus pulau, sebagian di antaranya dihuni warga.

Salah satu kepulauan yang berada di daerah terluar Sumenep ialah Kepulauan Masalembu. Kepulauan yang dekat dengan Kalimantan dan Sulawesi di sisi utara itu mempunyai tiga pulau utama, adalah Masalembu, Masakambing, dan Keramaian. Dari Pelabuhan Kalianget, Kota Sumenep, butuh belasan jam perjalanan menuju Masalembu.

Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi mengatakan, untuk menyingkat waktu tempuh, pemerintah berencana membuat pelabuhan udara khusus untuk pesawat amfibi di Pulau Masalembu. "Jadi, take off-nya (pesawat) dari bandara darat, landing-nya di atas air," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 Juli 2019.

Kalau kajian rampung dan disetujui oleh Kementerian Perhubungan, pelabuhan udara di Masalembu akan menjadi proyek percontohan di Sumenep. "Pulau-pulau yang lain nantinya tinggal buka trayek-trayek saja. Rencananya (pesawat amfibi) nantinya memakai perintis Airfast," ujar Fauzi.

Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi

Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 12 Juli 2019.

Sumenep Mau Bikin Hanggar Pesawat Kecil, Tak Perlu ke Singapura

Tiwa, calon haji berusia 103 tahun asal Pamekasan, di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 9 Juli 2019.

Rajin Minum STM dan Jamu Rempah, Tiwa Bugar Berhaji di Usia 103

Ilustrasi koper.

Lucu, Ada Tisu Kuat Bersanggama di Koper Calon Haji Asal Sumenep

Ketua PDIP Sumenep itu menuturkan, ide pengembangan transportasi udara antarpulau dengan pesawat amfibi terinspirasi dari beroperasinya pelabuhan udara di Pulau Bawah, Kepulauan Riau. Kalau di sana bisa, Fauzi berpikir Sumenep dengan daerah kepulauan pasti bisa. "Seharusnya Sumenep juga bisa," ujarnya.

Selama ini, transportasi udara di Sumenep berpusat di Bandara Trunojoyo. Sementara ini, bandara yang dikelola Pemkab Sumenep dan sudah dikomersialkan semenjak satu setengah tahun lalu itu baru melayani Surabaya-Sumenep (PP) dengan jadwal terbang sehari sekali memakai pesawat jenis ATR-72.

Selain itu, ada pula jadwal terbang pesawat perintis rute Sumenep-Bawean (Gresik) seminggu sekali. Namun, setengah tahun berjalan okupansi penumpang belum sesuai sasaran. "Ini hanya soal kebiasaan warga Madura yang masih terbiasa memakai jalur darat," kata Fauzi.

Dalam jangka panjang, Pemkab juga merencanakan membuat hanggar pesawat kecil di Bandara Trunojoyo. Diharapkan, hanggar tersebut akan menjadi pusat parkir dan bengkel pesawat ATR-72 ke bawah di Indonesia. "Selama ini pesawat kecil kalau servis kan ke Singapura.

Loading...

Comments