Bagaimana Nasib Kain Nusantara? Begini Kata Presiden IFW

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Bagaimana Nasib Kain Nusantara? Begini Kata Presiden IFW

Bagaimana Nasib Kain Nusantara? Begini Kata Presiden IFW

KEPONEWS.COM - Bagaimana Nasib Kain Nusantara? Begini Kata Presiden IFW Senin, 06 Februari 2017 | 17:00 WIBSeorang karyawan menata kain tenun dari Kediri dalam Pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, 10 April 2015. ANTARA/Ari Bowo SuciptoJakar...
Loading...

Senin, 06 Februari 2017 | 17:00 WIB

Bagaimana Nasib Kain Nusantara? Begini Kata Presiden IFW

Seorang karyawan menata kain tenun dari Kediri dalam Pameran Tenun dan Batik Nusantara di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur, 10 April 2015. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Jakarta -Perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) berakhir kemarin. Mengusung tema Celebrations of Culture, IFW 2017 memberi catatan penting pada dunia mode di Indonesia. "IWF sudah berlangsung kelima semenjak 2012. Kami berusaha sekuat mungkin untuk menyajikan inspirasi terbaru yang membawa kemajuan bagi dunia mode di tanah air," cerita Poppy Dharsono pada pekan lalu di Jakarta.

Poppy yang menjadi Presiden IFW bersemangat bahwa perhelatan ini akan memberi ruang seluas-luasnya untuk kain lokal sebagai sumber inspirasi yang dieksplorasi dengan banyak sekali kreasi para perancang.

Baca juga:IFW 2017 Usai, Perancang Ditantang Berdayakan Produk Lokal

"IFW 2017 diikuti sekitar 50 orang perancang," kata Poppy yang menuturkan untuk perhelatan tahun ini mengangkat tema Celebrations of Culture.

Perancang senior ini mengatakan perhelatan IFW 2017 berfokus pada upaya mengangkat kain tenun dari Nusa Tenggara Timur."Ada 22 kabupaten di NTT yang terlibat untuk IFW 2017," ujar dia.

Wanita berkacamata ini juga menuturkan Indonesia memiliki keindahan kain lokal di setiap daerah. Dia meyakini ke depannya untuk perhelatan mirip ini saatnya untuk lebih giat memberdayakan dan mengeksplorasi kain lokal.

"Karena potensi kain lokal kita tidak kalah dan bisa bersaing dengan dunia internasional dan menuju pasar global," ujar dia. Poppy juga menegaskan IFW kali ini selain berfokus terhadap kain dari Nusa Tenggara Timur, juga memberi perhatian terhadap warisan budaya dari daerah-daerah tujuan wisata yang sedang diutamakan pemerintah, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

"Tempat-tempat tersebut jadi menginspirasi perayaan budaya IFW 2017. Dan saya yakin masih banyak lagi yang bisa digali dari kekayaan kain Nusantara yang tersebar dari Sabang hingga Mearauke," pungkas Poppy antusias.

Dan sebagai perancang juga pelaku di industri dan mode Indonesia, Poppy mengajak untuk tak pernah berhenti mengeskplorasi keindahan dan kekayaan kain lokal. "Enggak akan pernah habis, selalu banyak hal yang bisa dieksplorasi," ujar dia.

HADRIANI P.

Baca juga:
Mengapa Sehat Tanpa Lemak Penting di IFW 2017?
Ini Kisah Jatuh Cinta Barli Asmara dengan Songket Jambi

Loading...

Comments