Bagaimana Membedakan antara Nepotisme atau Networking?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Bagaimana Membedakan antara Nepotisme atau Networking?

Bagaimana Membedakan antara Nepotisme atau Networking?

KEPONEWS.COM - Bagaimana Membedakan antara Nepotisme atau Networking? "Jelas ada perbedaan antara nepotisme dan networking," tambah Nancy Irwin, ahli hipnoterapi dan pemilik klinik psikologi di Los Angeles. "Dengan nepotisme, Kamu diberi kesempatan bekerja dengan alasan...
Loading...

"Jelas ada perbedaan antara nepotisme dan networking," tambah Nancy Irwin, ahli hipnoterapi dan pemilik klinik psikologi di Los Angeles.

"Dengan nepotisme, Kamu diberi kesempatan bekerja dengan alasan hubungan pribadi. Tapi networking, Kamu membuat dan membangun jaringan pergaulan sosial sendiri. Dari situ, Kamu mendapatkan berita dan kesempatan-kesempatan tertentu. Networking jelas lebih sehat secara psikologis untuk semua pihak yang berkaitan, karena itu terbangun dari nilai bukan perasaan. Networking bukan jalan pintas. Butuh waktu dan prosesnya harus diatur sedemikian rupa. Tapi ini salah satu cara paling efektif dalam pencarian kerja. Sedangkan nepotisme hanyalah jalan pintas untuk mempercepat proses pencarian kerja," imbuh Nancy panjang.

Mungkin secara teori Kamu mengetahui apa beda nepotisme dan networking. Tapi bisa jadi tanpa disadari Kamu pernah melakukan praktek nepotisme. Bagaimana membedakan nepotisme dengan networking? Kira-kira begini contohnya:

Kamu mendapat berita dari senior atau keluarga, ada perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan spesifikasi tertentu. Kamu merasa cocok dengan kualifikasi yang dibutuhkan, lalu melamar dan melewati proses penyeleksian -> Networking.

Setelah memasukkan surat lamaran di sebuah perusahaan, Kamu menghubungi keluarga atau senior yang sudah terlebih dahulu bekerja di perusahaan itu. Tiba-tiba Kamu diterima bekerja di posisi yang Kamu inginkan tanpa proses seleksi -> Nepotisme.

Kamu menitipkan CV dan surat lamaran kepada keluarga atau sahabat di sebuah perusahaan. Sahabat atau keluarga Kamu meletakkannya di meja HRD, tanpa pesan khusus -> Networking.

Ayah Kamu pemilik usaha restoran. Semenjak kecil, Kamu tertarik dengan dunia pengolahan masakan dan mengenyam pendidikan masakan. Setelah lulus kuliah, Kamu langsung ditempatkan sebagai koki di restorannya -> Networking.

Ayah Kamu pemilik usaha restoran. Semenjak kecil Kamu sama sekali tak menaruh minat pada usaha yang digeluti. Kamu lebih tertarik dengan dunia seni. Setelah lulus, Kamu diminta menjadi kepala administrasi restoran ayah Kamu -> Nepotisme.

Kamu bekerja di perusahaan milik kerabat jauh ayah Kamu. Prestasi kerja biasa-biasa saja. Ketika ada promosi jabatan, Kamu mendapat promosi, sama dengan rekan kerja yang lebih berbakat dan antusias -> Nepotisme.

dari Banyak sekali Sumber

(riz / gur)

Rekomendasi

Bagaimana Membedakan antara Nepotisme atau Networking?

Comments