Awas.., Depresi Berisiko Serangan Jantung!

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Awas.., Depresi Berisiko Serangan Jantung!

Awas.., Depresi Berisiko Serangan Jantung!

KEPONEWS.COM - Awas.., Depresi Berisiko Serangan Jantung! Sabtu, 21 Januari 2017 | 10:20 WIBREUTERS/Olivia HarrisJakarta -Jangan sepelekan gangguan kesehatan mental, semisal depresi. Sebuah studi dalam jurnal Atherosclerosis menunjukkan bahwa terkena depresi...

Sabtu, 21 Januari 2017 | 10:20 WIB

Awas.., Depresi Berisiko Serangan Jantung!

REUTERS/Olivia Harris

Jakarta -Jangan sepelekan gangguan kesehatan mental, semisal depresi. Sebuah studi dalam jurnal Atherosclerosis menunjukkan bahwa terkena depresi bisa berakibat buruk bagi kesehatan jantung Anda.

Dalam sebuah analisis, para peneliti asal Jerman meneliti berita kesehatan dari 3248 orang pria Eropa berusia 45 hingga 74 tahun, selama 10 tahun.

Mereka menemukan, mereka yang terkena penyakit kardiovaskular berhubungan erat dengan depresi, serta lima faktor risiko yakni obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi dan merokok.

Depresi, dalam studi itu diukur dari gejala suasana hati (mood) termasuk kecemasan dan keletihan yang menyumbang 15 persen penyakit kardiovaskular dan jantung koroner, diikuti kolesterol tinggi dan obesitas 8-21 persen.

Sementara diabetes menyumbang 5-8 persen gangguan kesehatan jantung. Hanya dua faktor risiko yang menyumbang lebih tinggi pada masalah kesehatan kardiovaskular ketimbang depresi, yakni merokok (17-20 persen) dan tekanan darah tinggi (30-34 persen). Peneliti kardiovaskular dari Intermountain Medical Center Heart Institute di Salt Lake City, Heidi May mengatakan depresi mempengaruhi jantung secara langsung dan tidak langsung

"Ada sejumlah perubahan psikologis dan perilaku yang membuat tubuh mengalami depresi. Mereka yang terkena depresi cenderung merokok, kurang olahraga dan mengabaikan resep obat yang diberikan dokter," tutur May.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa mengalami gangguan kesehatan jantung serius bisa menyebabkan depresi. Lalu pada gilirannya, depresi menganggu pemulihan kesehatan.

"Itulah mengapa pentingnya orang-orang dengan faktor risiko kardiovaskular untuk menjaga kesehatan mental mereka, juga mereka yang menderita depresi menjaga kesehatan jantung mereka," tutur May mirip dilansir Health.com.

ANTARA

Comments